Satelit Navigasi Eropa Diluncurkan ke Orbit yang Salah
Dua buah satelit dari rangkaian Galileo, sistem navigasi milik Uni Eropa, dikabarkan diluncurkan ke orbit yang salah yang membuat kedua satelit tersebut mungkin tidak bisa digunakan secara optimal. Doresa dan Milena, kedua satelit baru, satelit kelima dan keenam dalam rangkaian Galileo, baru saja diluncurkan pada akhir minggu lalu dan tampaknya dilepas di lokasi yang salah oleh pihak yang menangani peluncurannya, Arianespace. Akibatnya, kedua satelit tersebut memasuki orbit elips, bukan orbit melingkar seperti yang dikehendaki.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh pihak Uni Eropa, mereka saat ini tengah meminta penjelasan lengkap dari Arianespace terkait insiden salah orbit tersebut. Mereka juga ingin agar pihak Arianespace bisa membereskan masalah tersebut agat Doresa dan Milena dapat digunakan sebagaimana mestinya. Hal itu cukup wajar, mengingat Uni Eropa sendiri telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membangun rangkaian Galileo.
Bila pihak Arianespace tidak bisa memberikan solusi atas masalah ini, pihak Uni Eropa sendiri punya alternatif untuk mencoba memperbaiki posisi kedua satelit itu, yaitu dengan mengubah posisi satelit dengan menggunakan pendorong yang ada di bori satelit. Sayangnya, hal itu akan membuat masa pakai satelit berkurang drastis karena bahan bahar yang ada akan banyak terpakai. Di sisi lain, bila hal itu tidak dilakukan, bisa jadi satelit akan berada di tempat yang tidak semestinya dan tidak bisa digunakan sama sekali.
Rangkaian satelit navigasi Galileo sendiri dibangun oleh Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada sistem GPS dan GLONASS, milik Amerika Serikat dan Rusia, yang selama ini banyak digunakan. Adanya masalah pada satelit kelima dan keenam ini tentu saja akan mengurangi kemampuan Galileo secara signifikan, terlebih lagi bila pihak Uni Eropa pada akhirnya tidak bisa memperbaiki masalah tersebut.















