TE Connectivity Perkenalkan Kabel 24-Fiber Berkemampuan Tinggi

Reading time:
September 3, 2014
DSCF0197

TE Connectivity selaku salah satu perusahaan teknologi konektivitas global di dunia listrik dan data, memprediksi bahwa seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna smartphone serta era Internet of Things yang tidak lama lagi akan menjadi kenyataan, tentunya dibalik hal itu semua akan menimbulkan lalu lintas data dalam jumlah yang sangat besar. Sehingga membutuhkan alat pendukung terbaru yang memiliki kemampuan lebih tinggi.

Untuk menghadapi era tersebut, TE Connectivity secara resmi memperkenalkan sebuah solusi berupa kabel 24-Fiber yang diklaim memiliki kemampuan cukup tinggi. Kabel 24-Fiber merupakan sebuah konektor serat optik MPOptimate berteknologi ultra-low loss yang merupakan teknologi hasil pengembangan milik TE Connectivity.

DSCF0201

 

Teknologi tersebut menawarkan infrastruktur fiber yang konsisten untuk mengelola pusat data yang dapat menangani peranti-peranti aktif baru untuk memperlancar jalur migrasi ke kecepatan yang lebih tinggi, hemat ruang, dan memaksimalkan investasi fiber yang sudah ada.

Menurut Sudarto Chan, selaku System Application Engineer TE Connectivity Indonesia menjelaskan bahwa, kabel 24-Fiber yang mengusung teknologi ultra-low loss ini memiliki kemampuan transisi pusat data dengan lancar dan efisien dari aplikasi 10 Gigabit Ethernet (GbE) ke 40 dan 100 GbE. Bahkan efisiensi yang dimiliki 24-Fiber bisa mencapai hingga 50 persen.

DSCF0183

Terdapat dua keuntungan besar dari penggunaan kabel 24-Fiber untuk mendukung generasi terbaru server. Pertama adalah penghematan ruang pada pusat data dengan susunan kabel yang lebih rapih dan terstruktur, serta memakan biaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan hasil penggunaan optik biasa.

Keuntungan kedua yang diperoleh adalah penggunaan ruang yang jauh lebih hemat jika menggunakan sistem trunking 24 core kecil pada sistem containment-nya. Bahkan dalam melakukan penggantian modul-modul kaset ke sistem 40G atau 100G, jadi lebih mudah dengan syarat kabel yang digunakan merupakan trunk MPO 24-Fiber yang sudah ada dan diatur ulang.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…