Hands-On Jabra Pro 953: Headset Khusus Call Center

Reading time:
October 13, 2014

Penggunaan

Bila Anda ingin menghubungkan Jabra Pro 935 ke komputer Anda, Anda harus menghubungkan unit docking station ke komputer dengan menggunakan kabel USB. Sayangnya, docking station tersebut tidak bisa beroperasi memanfaatkan listrik dari port USB, sehingga Anda harus tetap menggunakan adapter yang disediakan untuk mengaktifkan perangkat ini. Tentu saja hal ini sedikit kurang praktis mengingat headset ini membutuhkan setidaknya dua buah kabel terhubung ke docking station untuk beroperasi.

Jabra Pro 935 - 09

Setelah docking station aktif dan kabel USB dipasang, sistem operasi Windows 7 dan Windows 8 yang kami gunakan akan langsung mengenali Pro 935 dan perangkat dapat langsung digunakan, baik untuk input mic maupun output suara. Untuk mulai menggunakan Pro 935, Anda bisa melepasnya dari docking station dan memasangnya ke headband. Docking station akan menampilkan indikator yang membantu Anda mengetahui apakah speaker dan mic di headset aktif atau tidak.

Docking dari Jabra Pro 935 ketika digunakan.
Docking dari Jabra Pro 935 ketika digunakan.
Port tempat Jabra Pro 935 terhubung ke docking station.
Port tempat Jabra Pro 935 terhubung ke docking station.

Tombol untuk menerima/memutus panggilan yang ada di perangkat ini hanya bekerja bila Anda telah menginstall aplikasi PC Suite dari Jabra. Sayangnya, tombol tersebut benar-benar hanya berfungsi bila Anda menggunakan aplikasi-aplikasi khusus panggilan melalui komputer (softphone) seperti Cisco Jabber, Microsoft Lynx, Skype dan sebagainya. Anda tidak bisa memanfaatkan tombol itu untuk aplikasi non-profesional seperti Hangout, LINE, dan sejenisnya. Namun, untuk tombol-tombol lain, Anda dapat mengoperasikannya secara sekalipun Anda tidak menginstall PC Suite.

Kualitas suara dari Pro 935 sendiri memang dioptimalkan hanya untuk menunjang kebutuhan call center saja. Hal itu berarti Anda tidak akan nyaman menggunakan headset ini untuk kebutuhan lain, seperti menonton film atau mendengarkan musik. Ketika kami mencoba mendengarkan musik dengan speaker ini, kualitas suara yang dihasilkan membuat lagu yang kami putar terasa sangat buruk. Tetapi, hal itu sangat wajar mengingat headset ini memang sama sekali tidak ditujukan untuk kebutuhan tersebut.

Busa di headband Jabra Pro 935 cukup empuk dan nyaman digunakan. Sayangnya, bahan dari busa tersebut membuat telinga cepat terasa panas.
Busa di headband Jabra Pro 935 cukup empuk dan nyaman digunakan. Sayangnya, bahan dari busa tersebut membuat telinga cepat terasa panas.

Mic yang ada di Pro 935 dapat menangkap suara dengan baik, termasuk memfilter suara di latar belakang yang tidak ada kaitannya dengan percakapan selama suara berada di bawah batas desibel tertentu. Selain itu, dengan desain Pro 935 yang mengusung sistem wireless terpisah dari headband, Anda dapat dengan mudah menatur posisi mic tanpa adanya halangan apapun. Anda juga bisa memposisikan Pro 935 di telinga kiri atau kanan sesuai dengan preferensi Anda tanpa ada kendala apapun.

Untuk baterai, pihak Jabra mengklaim bahwa dalam sekali pengisian, baterai di headset ini dapat bertahan hingga penggunaan 12 jam non-stop dengan stand-by time mencapai 7 hari. Ketika kami mencobanya, kami mendapatkan penggunaan hingga sekitar 6 jam hanya menguras baterai perangkat ini hingga kisaran 60% saja.

Kesimpulan

Jabra Pro 935 - 12

Jabra Pro 935 memang bisa dikatakan merupakan sebuah headset yang memang dan hanya khusus ditujukan untuk kebutuhan di call center saja. Perangkat tersebut memang dioptimalkan untuk kebutuhan sebuah call center dan dukungan aplikasinya pun hanya dikhususkan pada kebutuhan tersebut. Wajar bila kualitas suara yang dihasilkan oleh perangkat ini tidaklah memesona ketika digunakan untuk kebutuhan hiburan, seperti menonton film atau mendengarkan musik.

Headband yang disertakan cukup menunjang penggunaan perangkat ini sebagai pendukung kebutuhan di call center karena konstruksinya yang kokoh dan juga desainnya yang memungkinkan pengguna menempatkan Pro 935 sesuai dengan keinginan mereka. Sayangnya, busa yang ada membuat perangkat ini membuat telinga terasa cepat panas karena bahannya. Walaupun begitu, secara keseluruhan, perangkat ini cukup dapat diandalkan untuk kebutuhan di call center.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Bodi ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA) Form Factor Clamshell atau…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

Bodi ASUS ExpertBook Ultra (2026) Form Factor Clamshell Material Bodi…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…

Gaming

May 19, 2026 - 0

Rumor: Sony Diklaim Pertimbangkan Bangkitkan Franchise Klasik PlayStation

Rumor terbaru berikan kabar baik untuk gamer lawas dari era…
May 19, 2026 - 0

Microsoft Perkenalkan Xbox Player Voice, Portal untuk Tampung Masukan Gamer

Guna lebih mudahkan komunitasnya untuk berikan feedback atau masukan, Microsoft…
May 19, 2026 - 0

Pimpinan Sony Diklaim Resmi Hentikan Game Single Player PS5 ke PC

Setelah sempat dikabarkan akan kembali terapkan eksklusivitas untuk game single…
May 19, 2026 - 0

Paten Nintendo untuk Sistem Tangkap Monster via Touchscreen Ditolak

Nintendo kembali menemui penolakan terhadap paten yang diajukannya, kali ini…