Review Film Black Hat: Mengejar Hacker Internasional Hingga ke Jakarta

Author
Irham
Reading time:
January 14, 2015
blackhat poster

Dengan banyaknya kasus serangan hacker besar-besaran antar negara dan organisasi yang terjadi saat ini, film yang dihadirkan oleh sutradara Michael Mann berjudul ‘Black Hat’ sepertinya bisa sedikit menggambarkan kinerja para hacker menjalankan setiap aksinya, terutama aksi kejahatan di dunia maya. Penuh rahasia, kode dan tanpa jejak, namun bisa menghasilkan kerusakan yang berpengaruh besar bagi target sasaran, disamping para hacker tersebut juga meraup keuntungan dari kasus pencurian uang. Seolah perang sistem telah menjadi tren yang memperlihatkan efektifitas dan efisiensi serangan-serangan melalui peretasan sistem hingga menyebabkan senjata makan tuan bagi target mereka.

Adu Kehebatan Hacker Kepolisian dan Penjahat

1

Black Hat dibintangi oleh Chris Hemsworth sebagai aktor utama memerankan Nicholas Hathaway, seorang hacker profesional yang menjadi tahanan pemerintah AS karena aksi pembobolan bank. Namun kali ini ia dimintai bantuan oleh FBI atas rekomendasi dari kawan lama Hathway yang bekerja di kementrian pertahanan China bernama Ceng Da Wai (Wang LeeHom). Ini terjadi setelah terjadi peretasan di sistem pembangkit tenaga nuklir di China yang menyebabkan reaktor nuklir meledak dan saham keledai yang secara tiba-tiba naik hingga 250%. Da Wai dan Hathaway bekerja sama dengan FBI untuk membongkar sindikat peretas yang diidentifikasi telah menggunakan malware yang pernah dibuat oleh Hathway dan Da Wai semasa kuliah dulu.

2

FBI, Da Wai, Hathaway serta Lien adik Da Wai mulai menyelusuri jejak hacker yang ternyata beraksi tidak sendirian. Para peretas ini telah membentuk kelompok yang tersebar di berbagai negara, dan sangat berbahaya. Kelompok peretas ini juga terlatih menggunakan senjata api untuk melindungi dirinya. Yang cukup membingungkan Hathway dan timnya yaitu motif dari para pereteas ini. Para peretas dengan hebat menyembunyikan motif mereka, karena tidak ada pesan ataupun ancaman berbau politik, sara, maupun financial.

Satu persatu jejak hacker membawa tim penyelidik melintasi kota di berbagai negara. Mulai dari Los Angeles, Beijing, Perak hingga Jakarta. Kesulitan yang dihadapi pun semakin berat lantaran Hathway sebagai tahanan sementara tidak mendapat izin untuk pergi dari Amerika. Tim penyelidik ini akhirnya secara diam-diam tanpa bantuan dari pihak FBI untuk menyelesaikan misinya.

chris-hemsworth-blackhat-movie

Perjalanan tim penyelidik ini juga dibumbui kisah asmara antara Hathway dengan Lein (Tang Wei). Lein terpesona dengan kepintaran dan ketampanan Hathway, membuatnya tak ingin lepas darinya. Meski akhirnya sang kakak Da Wai mengetahui hubungan antara keduanya, tapi mereka tetap fokus menjalankan misinya menangkap para cyber-crime tanpa identitas dan tanpa motif tersebut.

Scene dan Plot Yang Rapih, Akhir Yang Mengejutkan

5

Film yang digarap Michael Mann ini dihadirkan dalam durasi yang cukup panjang yaitu 133 menit. Dengan durasi panjang dan alur cerita rumit tersebut, penonton seolah ikut terbawa dalam perjalanan Hathway mengejar hacker melintas benua. Uniknya film ini lebih memiliki kesan Asia dibandingkan Hollywood karena sebagian besar pemeran dan lokasi pengambilan dilakukan di China dan Asia Tenggara. Cukup aman karena Black Hat tidak mengangkat unsur-unsur politik maupun budaya dalam konflik film, justru amat jarang terjadi jika melihat di layar lebar tentang kerja sama antara China dan Amerika.

Pengambilan gambar serta scene adegan juga dilakukan dengan rapi, jika dibayangkan kesulitan tim produksi untuk melakukan syuting di lintas negara dengan kondisi berbeda.  Tentu tim produksi harus melakukan riset yang cukup untuk mempertimbangkan waktu dan lokasi syuting sebelum melakukan pengambilan gambar yang apik.

blackhat-movie-image

Efek backsound juga sangat mendukung suasana film hingga bagian akhir. Ledakan-ledakan bom atau senjata terdengar nyata membawa penonton hanyut dalam ketegangan. Sedikit nilai minus untuk film ini secara pribadi saya katakan justru datang dibagian akhir film. Entah mengapa dibagian akhir film, tema perang teknologi justru seperti disingkirkan digantikan aksi battle personal. Selain itu dialog antar pemeran juga seperti hilang, sangat drastis jika dibandingkan dengan bagian awal. Kesinambungan Hathaway sebagai orang pembantu FBI juga tidak terlihat, dan ini justru dialami sejak awal perjalanan Hathway dari Los Angeles ke Beijing. Seolah FBI sama sekali tidak ikut serta dalam kasus tersebut.

Meski demikian, bagian akhir film justru akan menjadi yang paling ditunggu oleh penggemar film Tanah Air. Apalagi tujuan terakhir Hathaway dalam mengejar hacker adalah di Indonesia. Penonton tanah air akan sangat familiar dengan lokasi-lokasi di ibukota Jakarta. Beberapa dialog berbahasa Indonesia juga bisa anda saksikan di film tersebut.

Selain Chris Hemsworth, Wang LeeHom dan Tang wei, film ini juga diisi oleh pemeran pembantu lain seperti Viola Davis, Holt McCallany, Ritchie Coster, dan Yorick van Wageningen. Black Hat akan segera menghentak bioskop kesayangan anda di pertengahan bulan Januari ini.

chris-hemsworth-blackhat-movie

Tanggal Rilis: 16 Januari 2015
Genre: Action Crime
Durasi: 133 menit
Sutradara: Michael Mann
Pemain Chris Hemsworth, Wang LeeHom, Tang Wei, Viola Davis, Holt McCallany, Ritchie Coster, Yorick van Wageningen
Studio: Legendary Pictures, Universal Pictures

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Ini adalah laptop terbaru dari ASUS yang cantik banget! Bodinya…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…

Gaming

May 14, 2026 - 0

Film Live Action The Legend of Zelda Dipercepat Rilisnya

Nintendo bagikan berita baik, dengan memajukan rilis film live action…
May 14, 2026 - 0

Capcom Jelaskan Posisi Generative AI Dalam Pengembangan Game Mereka

Capcom gunakan generative AI untuk meningkatkan efisiensi pengembangan game dan…
May 14, 2026 - 0

Frekuensi Update ARC Raiders Akan Dikurangi Demi Jaga Kualitas Konten

Embark Studios mengubah strategi frekuensi update ARC Raiders menjadi dua…
May 14, 2026 - 0

Fortnite Resmi Umumkan Kolaborasi dengan Overwatch

Setelah cukup lama hanya jadi rumor, Fortnite akhirnya berkolaborasi dengan…