Biaya Lisensi Paten Terlalu Tinggi, Pemerintah China Denda Qualcomm

Reading time:
February 10, 2015

Dinilai menetapkan biaya lisensi paten yang terlalu tinggi, salah satu raksasa chip dunia, Qualcomm, beberapa waktu lalu mendapatkan denda dari pemerintah China. Denda tersebut, bernilai US$ 975 juta, ditetapkan setelah regulator setempat memutuskan bahwa Qualcomm menunjukkan tanda-tanda melakukan monopoli dengan biaya lisensi yang dinilai terlalu tinggi tersebut. Qualcomm sendiri juga harus merundingkan ulang nilai biaya lisensi mereka kepada beberapa perusahaan asal negara tersebut.

Qualcomm

Berdasarkan pernyataan dari pihak Qualcomm, mereka tidak setuju dengan keputusan pemerintah China, tetapi tidak akan memprotes keputusan tersebut. Mereka juga menyanggupi untuk membayar denda yang ditetapkan. Selain itu, mereka juga siap membuka perundingan baru untuk menetapkan biaya lisensi yang akan dikenakan kepada perusahaan asal China yang ingin menggunakan teknologi Qualcomm di perangkat besutan mereka.

Pemerintah China sendiri tampaknya ingin agar Qualcomm tidak memanfaatkan posisi mereka yang berada di atas angin untuk menekan produsen gadget asal negara tersebut. Selama ini, disebutkan bahwa untuk paten terkait 3G dan 4G, perusahaan di China harus membayarnya dalam bentuk paket bersama dengan beberapa paten Qualcomm lain. Hal itu disebut membuat produsen lokal di negara tersebut terpaksa harus sedikit meningkatkan harga jual produk mereka.

Terkait keputusan pemerintah China tersebut, pihak pengamat pasar menilai bahwa Qualcomm terpaksa harus mengikuti keputusan tersebut karena mereka tidak ingin kehilangan potensi yang sangat besar dari pasar di negara tersebut. Oleh karena itu, pihak Qualcomm tampaknya tidak akan keberatan untuk membayar denda tersebut selama mereka masih bisa beroperasi dan bekerja sama dengan produsen dari negara tersebut.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…