Kereta Komuter di Paris Gunakan Teknologi Pendingin Satelit

Author
Cerira
Reading time:
February 27, 2015
paris-metro-cool-0

Kereta komuter kota Paris yang disebut Paris Metro diakui sebagai salah satu kereta bawah tanah terbaik di dunia. Kereta tersebut diakui banyak penumpang sebagai moda transportasi yang nyaman, aman dan lebih tepat waktu. Dan untuk menambah kenyamanan, moda transportasi massal tersebut kini dilengkapi sistem teknologi pendingin terbaru yang dikembangkan oleh European Space Agency (ESA) yang biasa digunakan di satelit. Dengan sistem pendingin baru tersebut membuat kereta api menjadi lebih nyaman. Selain lebih hemat, sistem pendingin itu juga bekerja tanpa mengubah bagian kereta dan membebaskan lebih banyak ruang untuk digunakan penumpang.

Sistem pengatur suhu di kereta bawah tanah memang cukup berperan penting jika sewaktu-waktu kereta mengalami gangguan listrik saat sedang berada di bawah tanah. Selama ini jika hal tersebut terjadi, suhu kereta mendadak menjadi panas karena kereta api bawah tanah dilengkapi dengan berbagai alat pembangkit tenaga yang dengan cepat bisa memanaskan suhu kereta begitu listrik mati. Terowongan akan memperparah kenaikan suhu tersebut karena akan mengurung suhu panas dan tidak bisa mengalirkannya ke luar. Mesin yang mengontrol suhu itu sendiri juga bentuknya besar, berisik, mahal dalam pengoperasian, rentan rusak dan memakan banyak tempat di kereta. Pihak pengelola kereta pun sudah mencoba menggunakan banyak kipas angin besar yang akan mencoba mendinginkan kereta saat suhu naik. Namun kini dengan adanya teknologi baru dari ESA, pendingin kereta pun diganti dengan sistem baru tersebut.

paris-metro-cool

Solusi yang dihadirkan ESA tersebut merupakan sistem pendukung canggih yang tak perlu memindah bagian-bagian yang menggunakan pipa pemanas untuk membuang sampah panas. Tembaga, stainles steel atau tabung plastik diisi dengan cairan yang berjalan dalam sebuah loop tertutup antara spot panas dan spot dingin pada satelit, seperti antara arah matahari dan sisi bawah angin. Cairan tersebut kemudian bersirkulasi, menggunakan diferensial suhu antara dua spot untuk mendinginkan satelit. Artinya, ini memiliki titik didih yang sangat rendah dan berubah menjadi uap di sisi hangat pada pesawat antariksa. Saat ini mencapai sisi dingin, uap akan berkondensasi dan putaran akan dimulai lagi.

Dan menurut ESA, bagian yang sedikit rumit adalah mendapatkan cairan yang bersirkulasi melalui sistem tanpa menggunakan pompa. Para insinyur antariksa yang mengelola sistem ini kemudian menggunakan aksi kapiler dimana ini adalah kekuatan yang sama seperti kekuatan yang menarik getah pada batang pohon, tumpahan minuman pada handuk dan kopi ke dalam gula batu. Dengan menggunakan aksi kapiler dikombinasikan dengan penukar panas udara, teknologi pipa-panas akan menggantikan kipas mekanis konvensional yang digunakan kereta Metro. Namun ESA menyatakan bahwa teknologi tersebut juga bisa digunakan untuk segala hal, mulai dari chip komputer hingga kandang babi.

Sistem pendingin tersebut juga dipertimbangkan untuk dikembangkan di kereta api lain di Perancis. Menurut Sebastian Nicolau dari Alstom, saat ini uji coba baru diterapkan di jalur Metro Paris. Namun ini sangat berpotensi, dimana pihaknya mengajukan solusi ini untuk kereta api lain, dari trem hingga metro, kereta api pinggiran kota hingga kereta api berkecepatan tinggi di Perancis seperti TGV.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

“Laptop Premium Idaman” itu harusnya kaya gini nih! Desainnya cantik,…
July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…
July 20, 2026 - 0

Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling

“Kalau punya duit 5 jutaan, dapat Laptop seperti apa?” “Bisa…

Gaming

August 10, 2026 - 0

Developer Linux Buat Apps Support Untuk Headphone SteelSeries

Pengguna Linux kini dapatkan aplikasi support open-source untuk headset SteelSeries,…
August 10, 2026 - 0

Viture Luncurkan XR Glasses Dengan Dock Khusus Untuk Mainkan Switch 2

Kacamata XR terbaru, VITURE Pro 2 XR, hadir dengan Mobile…
August 10, 2026 - 0

Boss Take-Two Prediksi Cloud Gaming Akan Kuasai Pasar Gaming

Pimpinan Take-Two perkirakan dalam 3 tahun ke depan Cloud Gaming…
August 10, 2026 - 0

NVIDIA Jual GeForce RTX 50 Series di Harga Rilis Pada QuakeCon 2026

NVIDIA menjual kartu grafis GeForce RTX 50 Series di harga…