Strategi Zalora Hadapi Persaingan e-commerce di Indonesia

Reading time:
March 5, 2015
Fredrik Thomassen (kiri)
Fredrik Thomassen (kiri)

Belakangan ini, E-Commerce di Indonesia semakin berkembang pesat. Para konsumen pun punya banyak pilihan yang berbeda ketika memilih toko online mana yang ingin mereka kunjungi. Tentunya, masing-masing memiliki daya tarik dan strategi tersendiri untuk menggaet hati pengunjung.

Pada 4 Maret yang lalu, JagatReview berkesempatan untuk berkunjung ke warehouse dari salah satu toko online terbesar di Indonesia, Zalora, yang berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur. Awak media diajak berkeliling untuk mengetahui bagaimana proses dari mulai pesanan masuk, hingga pesanan diantar ke pelanggan.

Zalora Indonesia (6)

Dalam kesempatan tersebut, Fredrik Thomassen selaku CEO Zalora Indonesia pun mencoba menjawab berbagai pertanyaan dari media seputar bisnis yang Zalora jalani di Tanah Air, termasuk soal tanggapannya mengenai semakin banyaknya pesaing-pesaing besar di dunia E-Commerce.

“Semakin banyak pelaku e-commerce di Indonesia justru semakin bagus, karena ini adalah indikator bahwa ekosistem ecommerce ini berkembang dengan sangat baik di Indonesia. Bagaimanapun juga e-commerce adalah hal yang baru untuk masyarakat Indonesia,” jelas Fredrik ketika menjawab pertanyaan dari JagatReview.

Zalora Indonesia (10)

Fredrik menambahkan, kalau bicara Jakarta, semua orang bisa belanja online. Namun keadaan yang sama belum tentu terjadi di luar wilayah Jakarta, khususnya di daerah pedalaman yang infrastrukturnya masih terbatas. “Jadi untuk kami, berkembangnya pelaku ecommerce adalah baik untuk perkembangan gaya hidup dan ekosistem belanja online ini,” ujarnya.

Zalora Indonesia (1)

Perlu diketahui bahwa saat ini Zalora sudah memasuki tahun ketiga. Karena masih tergolong baru, Zalora pun terus mengembangkan strateginya di tahun 2015. “Kolaborasi dengan desainer adalah salah satunya. In addition untuk terus memberikan pelayanan terbaik di kelasnya, Zalora semakin serius untuk menjawab kebutuhan dan sekaligus memberikan kenyaman untuk konsumen dalam berbelanja di Zalora.”

Menjaga Server Tetap Normal

Salah satu faktor utama ketika membangun sebuah toko online yang besar adalah maintenance website dan server yang baik, sehingga pengunjung selalu merasa nyaman ketika menelusuri website untuk mencari produk yang diinginkan. Zalora pun punya cara tersendiri dalam menjaga server tetap normal khususnya ketika dibanjiri pengunjung.

“Infrastruktur Zalora di desain dari awal untuk dengan mudah dikonfigurasi, jadi jika ada sekian persen dari utilisasi (penggunaan) resource server sudah terpakai, maka sistem otomatis akan mengaktifkan server-server lain yang sebelumnya idle. Dari 4 sampai 16 server, bisa dengan mudah ditambahkan hanya dalam hitungan menit,” lanjut Fredrik.

Menurut pria asal Norwegia ini, kuncinya adalah desain arsitektur komputasi ZALORA yang baik dan reliable monitoring. Sistem menjadi kunci untuk scalability tersebut bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

Selain lewat browser PC, Zalora juga telah menyediakan aplikasi mobile di iOS dan Android untuk memudahkan konsumen mengunjungi toko mereka kapanpun dan dimanapun. Perkembangan perangkat mobile pun menjadi kunci pertumbuhan aplikasi mobile mereka dimana saat ini disinyalir lebih banyak pengunjung Zalora yang berbelanja lewat gadget-nya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 21, 2026 - 0

Pulsar Gaming Luncurkan Mouse Gaming Kompetitif eS Xlite

Pulsar eS Xlite hadir dengan sensor kelas atas, bobot ringan,…
October 20, 2026 - 0

GPU AMD Bisa Jalankan Hampir Semua Fitur DLSS NVIDIA via Mod

Mod DLSS-NR berhasil membawa hampir semua fitur neural rendering DLSS…
October 20, 2026 - 0

Film Resident Evil Terbaru Dijadikan Game Horor ala PS1 oleh Fans

Penggemar Resident Evil mengembangkan game fan-made berdasarkan film Zach Cregger…
October 20, 2026 - 0

NPC di GTA V Dapatkan Kemampuan Mengobrol Bebas Secara Real Time

Berkat bantuan Mod bernama NPCTalk, semua NPC di GTA V…