Qualcomm Batal Kembangkan Augmented Reality

Author
Irham
Reading time:
October 13, 2015
Qualcomm Inc. signage is displayed outside the company's offices in La Jolla, California, U.S., on Tuesday, Aug. 23, 2011. Qualcomm is the biggest maker of mobile-phone chips, and also owns some of the technology used in advanced, third-generation wireless services. Photographer: Konrad Fiedler/Bloomberg via Getty Images

Saat ini teknologi virtual reality tengah berkembang, dan masa depan teknologi visual di masa depan tampaknya akan akan mulai beralih ke Augmented Reality. Berbeda dengan Virtual Reality dimana orang-orang menikmati konten visual hanya melalui kacamata virtual yang dan terisolasi dari pemandangan objek diluar, Augmented Reality menampilkan konten visual bersamaan dengan pemandangan objek yang kita lihat saat ini.

Hololens dari Microsoft menjadi teknologi pertama yang menawarkan konten visual Augmented Reality. Dengan teknologi tersebut, konten visual dapat ditampilkan pada objek-objek disekitar kita seperti meja, kursi, dinding dan lain-lain.

Qualcomm sebenarnya juga menjadi salah satu perusahaan  teknologi yang akan mengembangkan tekologi Augmented Reality. Namun tampaknya ini tidak akan terlaksana, karena rupanya Qualcomm segera menjual divisi yang menangani proyek tersebut. Seperti yang dilansir dari Slashgear, Vuforia milik Qualcomm segera telah diambil oleh PTC dengan harga akuisisi sebesar 65 juta USD. PTC berniat mengintegrasikan AR Vuforia ke platform ThingWorx mereka.

Sementara Qualcomm sendiri tidak memberi alasan mengapa mereka menjual proyek AR tersebut. Namun banyak pengamat menilai jika saat ini Qualcomm saat ini masih ingin fokus untuk bisnis konsumer mereka. Sedangkan kita ketahui, teknologi AR masih sangat mahal dan pengembangannya juga memakan banyak biaya.

Qualcomm dan PTC kabarnya akan menyelesaikan negoisasi hingga akhir tahun nanti. Ini bukan kali pertama Qualcomm menjual divisi bisnisnya. Sebelumnya perusahaan tersebut juga telah menjual  Gimbal Bluetooth, untuk lebih fokus pada produk-produk Qualcomm sendiri.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

“Laptop Premium Idaman” itu harusnya kaya gini nih! Desainnya cantik,…
July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…

Gaming

August 12, 2026 - 0

SanDisk Rilis Expansion Card 2TB Untuk Xbox Series X|S

SanDisk merilis Expansion Card untuk Xbox Series X|S dengan opsi…
August 12, 2026 - 0

SteamOS Lebarkan Dukungan Untuk Handheld Selain Steam Deck

Valve memperluas dukungan SteamOS ke lebih banyak handheld seperti MSI,…
August 12, 2026 - 0

Intel Gamer Days Turunkan Harga Core Ultra 270K Plus dan 250K Plus

Event Intel Gamer Days membuat harga CPU Core Ultra 270K…
August 12, 2026 - 0

Perangkat iOS Bisa Mainkan Zelda Ocarina of Time & Majora’s Mask via Port Fans

Zelda Ocarina of Time dan Majora’s Mask kini berjalan native…