Twitter Blokir Praktek Data Mining untuk Intelijen AS
Sebuah perusahaan bernama Dataminr baru saja mendapatkan teguran keras dari Twitter. Pasalnya, perusahaan tersebut dilaporkan menjual informasi dari hasil data mining real-time tweet yang diberikan oleh pihak Twitter ke intelijen Amerika Serikat. Twitter menyebutkan bahwa praktek penjualan informasi tersebut tidak dibenarkan, dan Dataminr harus berhenti melakukan hal tersebut.

Twitter memang menyebutkan bahwa mereka tidak menyetujui penjualan informasi ke pemerintah atau badan intelijen untuk kebutuhan pemantauan publik. Mereka hanya menyetujui penjualan informasi untuk kebutuhan selain pemantauan, baik ke organisasi pemerintah maupun pihak lain. Dataminr disinyalir telah menjual data ke intelijen AS, dan hal itu telah melanggar kesepakatan antara perusahaan dengan Twitter.
Belum diketahui secara pasti apa yang dilakukan Twitter terhadap Dataminr. Hanya saja, Twitter disebut meminta praktek tersebut dihentikan total. Mereka tidak ingin data-data yang mereka berikan ke Dataminr digunakan untuk mendapatkan informasi yang digunakan untuk pemantauan oleh badan-badan intelijen. Hal ini disebut terkait dengan aksi penyadapan besar-besaran NSA yang sempat dibocorkan oleh Edward Snowden beberapa tahun lalu.
Dataminr sendiri memang belum benar-benar terbukti menjual informasi ke pihak intelijen AS. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa ada indikasi yang mengarah ke arah itu karena adanya investasi dari pihak terkait dengan intelijen AS ke Dataminr. Namun, Twitter tampaknya tidak peduli apakah transaksi benar-benar telah terjadi, dan menegaskan bahwa mereka tidak ingin Dataminr melakukan hal itu.














