Yahoo Beberkan Data Email Pengguna ke CIA

Reading time:
October 9, 2016

yahoo

Sejak tahun lalu, Yahoo dikabarkan tengah mengembangkan software khusus untuk CIA yang dapat melakukan pemindaian email untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kemampuan software tersebut cukup canggih sehingga dapat melakukan pemindaian ratusan juta akun email dalam waktu singkat. Secara spesifik memang tidak diketahui informasi apa yang dicari oleh badan Intelijen Amerika serikat (CIA).  Namun diketahui bahwa pemerintah menginginkan beberapa set character kalimat yang sensitif dan perlu dicermati dan ditindak lanjuti.

“Yahoo adalah perusahaan yang taat hukum yang tentunya harus mengikuti peraturan dan regulasi pemerintah Amerika Serikat”,  Begitu komentar singkat dari perwakilan Yahoo pada saat dikonfirmasi. Regulasi dan undang-undang pemerintah negeri paman sam ini tak lepas dari kritik pedas pengguna juga perusahaan internet lain, karena hal ini menyangkut privasi dan hak pelanggan.

Google sendiri ketika ditanyakan, apakah pemerintah Amerika Serikat juga meminta data dari mereka,  perwakilan Google menyangkal akan adanya permintaan seperti itu. “Kami tidak pernah menerima permintaan data seperti yang Anda sebut, tapi jika andai pun ada permintaan data, kami akan sangat tegas menolaknya”, Begitu perwakilan Google berkomentar. Begitu juga dengan Microsoft yang menyangkal  tentang pemberian data pengguna mereka pada pemerintah, tapi mereka tidak mau berkomentar bahwa ada tidaknya permintaan data pengguna  dari pemerintah.

“Sangat mengecewakan mengetahui bahwa perusahaan besar seperti Yahoo melakukan hal ini, karena pastinya pengguna mengandalkan provider penyedia layanan untuk melawan undang-undang yang memata-matai privasi pengguna” . Begitu komentar Patrick Toomey yang menjabat sebagai pembela dari America Civil Liberties Union.

CEO Yahoo Menyetujui Permintaan CIA

marrisa-mayers-yahoo

Mantan karyawan Yahoo sempat menuturkan bahwa Marissa Mayers selaku CEO Yahoo, menyetujui permintaan pemerintah Amerika Serikat untuk hal permintaan data. Hal ini diketahui ketika tim dari Security Yahoo menemukan adanya program yang berjalan dan melakukan remote data langsung. Sepertinya langkah ini membuat Chief Information Security Officer Yahoo pada saat itu, Alex Stamos sangat kecewa karena beliau berpendapat bahwa hal tersebut melanggar kode etik privasi pengguna.

Tak lama kemudian tepatnya bulan Juni  2015, Alex Stamos mengundurkan diri dari Yahoo dan memutuskan pindah ke Facebook. Alex Stamos sendiri tidak berkomentar akan hal ini, dia hanya mengatakan bahwa dirinya tak mengalami masalah apa pun dengan Yahoo ketika mengundurkan diri.

 

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…