Review VGA Card ASUS Expedition GTX 1050 Ti

Reading time:
November 18, 2016

ASUS Expedition GTX 1050 Ti

Datang dengan spesifikasi rujukan NVIDIA, secara keseluruhan  ASUS Expedition GTX 1050 Ti mampu menawarkan performa game Triple A berseting resolusi Full-HD dan detil rata kanan yang memuaskan dengan FPS rata-rata di atas angka 30 FPS. Bahkan di beberapa game Anda akan mendapatkan FPS rata-rata di atas 60 FPS sehingga dapat dimainkan dengan nyaman. Dengan hasil tersebut, kami yakin game-game yang banyak tersedia di iCafe seperti DOTA 2, Overwatch, CS:GO, dan lainnya dapat dijalankan tanpa masalah oleh graphic card ini.

asus-expedition-gtx-1050-tif

Tak lupa, berkat solusi sistem pendingin yang diusungnya graphic card ini mampu menawarkan suhu kerja maksimal yang baik di angka 68°C meski fan-nya hanya berjalan 29% dari kemampuannya. Jika menginginkan suhu kerja yang lebih rendah, Anda hanya perlu meningkatkannya sedikit kecepatan fan-nya melalui aplikasi GPU Tweak II yang dapat diinstal melalui piringan cakram yang disediakan pada paket penjualan. Namun, peningkatan kecepatan fan terlalu tinggi akan memberikan dampak pada tingkat kebisingan yang dihasilkan.

Di sektor desain, mungkin Anda akan menemukan graphic card berbasis GTX 1050 Ti yang desainnya lebih kompak dari graphic card ini. Namun, panjangnya yang di angka 212 mm tak akan membuat Anda kesulitan untuk memasangkan pada casing yang memiliki ruang terbatas. Bahkan Anda masih bisa memasangkan graphic card ini pada casing-casing berform-factor Mini-ITX yang tersedia di pasaran Indonesia. Tak lupa, graphic card ini juga menawarkan performa per watt yang baik. Sistem Dekstop PC kami yang berbasiskan Intel X99 dan berprosesor Core i7-5690X yang di-overclock ke angka 4,0 GHz, secara keseluruhan sistem ini hanya memakan daya sekitar 183 Watt saat full-load. Ketidak hadiran konektor daya pun akan mempermudah Anda yang ingin upgrade. Anda yang PSU tak memiliki konektor daya PCI-E 6-pin atau 8-pin tak perlu mengganti power supply Anda jika ingin beralih ke graphic card ini dengan syarat power supply Anda mampu memasok listrik murni sebesar 300 Watt seperti yang disarankan NVIDIA.

ASUS Expedition GTX 1050 Ti ini sendiri dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 2.850.000. Jika melihat spesifikasi yang ditawarkannya sama dengan rujuk NVIDIA, harganya memang terpaut jauh dengan harga yang disarankan NVIDIA. Tapi harga tersebut tak hanya untuk menebus sebuah spesifikasi saja, ASUS menyematkan beragam fitur durability yang diklaim memperpanjang umur pemakaian graphic card ini. Jadi untuk Anda yang menginkan graphic card kelas mainstream berbasiskan NVIDIA Pascal yang harganya terjangkau, performanya baik dan memiliki sistem pendingin yang kinerja juga apik, tak ada salahnya melirik graphic card ini. Para pemiliki iCafe yang ingin iCafe miliknya naik kelas juga perlu melirik graphic card yang satu ini.

Kelebihan

  • Performa bisa diandalkan untuk menangani game Triple A.
  • Kinerja sistem pendingin cukup mengesankan.
  • Hening.
  • Aplikasi utility pendukung tersedia.
  • Konsumsi daya rendah.
  • Bodi kompak.

Kekurangan

  • Harga tergolong tinggi untuk sebuah graphic card GTX 1050 Ti.
  • Paket penjualan sangat sederhana.

Keterangan Tambahan:

  • Produsen: ASUS
  • Info: www.asus.com
  • Harga: Rp 2.850.000
  • Distributor Indonesia: ASUS Indonesia

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Bodi ADVAN Workmate Ultra Form Factor Clamshell atau laptop klasik…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Bodi Lenovo Legion Pro 5 Gen 10 Form Factor Clamshell.…
March 16, 2026 - 0

Review Acer Swift X 14 AI 2026: Tipis, Ringan, Kenceng Buat Gaming, Editing Video dan Desain 3D!

Bodi Form Factor Clamshell atau laptop klasik Material Keseluruhan bodinya…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Bodi ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) Form Factor Clamshell Material…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…