Unboxing & Hands-On Moto M

Author
Irham
Reading time:
April 20, 2017

Lenovo, melalui brand Moto, merilis produk terbaru mereka untuk Indonesia pada bulan Maret lalu yaitu Moto M. Moto M merupakan produk yang ditujukan untuk segmen kelas menengah yang cocok untuk pengguna yang mencari perangkat menarik untuk mendukung lifestyle mereka. Moto M ini hadir dengan desain metal unibody yang cukup menawan.

Unboxing & Hands-On Moto M

Tim JagatGadget telah kedatangan handset yang punya tampilan premium ini, dan kami berkesempatan memberikan sedikit pembahasan terkait Moto M ini kepada Anda semua. Simak ulasan singkat kami berikut ini.

Hands-On Moto M

Moto M, mungkin bisa dibilang sebagai Moto ‘Mewah.’ Setidaknya itu adalah kesan pertama kami saat menggenggam produk yang satu ini. Terasa dalam genggaman perangkat ini memiliki built quality yang sangat kokoh dan padat serta finishing yang terasa halus. ‘Mewah’ dan ‘kokoh’ mungkin jadi dua kata pertama yang pas untuk mendeskripsikan kesan kami memegang Moto M.

Moto-M

Moto M memiliki dimensi 151.4 x 75.4 x 7.9 mm, dengan bobot sekitar 163g. Jika dilihat dari bagian sisi, perangkat ini memiliki kesan begitu ramping, karena pada bagian frame yang memiliki material metal padat ini memiliki ketebalan yang lebih tipis dibandingkan body secara keseluruhan. Pada cover bagian belakang Moto M, teksturnya sedikit melengkung membentuk curve yang sesuai dengan ruas jari pengguna. Sehingga meskipun perangkat ini memiliki finishing tekstur yang licin, tapi tidak lantas beresiko jatuh saat digenggam.

moto-m-3

Satu hal yang penting lagi adalah, meskipun perangkat ini memiliki konsep desain metal unibody pengguna bisa merasakan desain berbeda dari smartphone lain. Ya, desain smartphone Moto cukup dapat mudah dikenali dari keempat sudutnya yang lebar. Tidak ada kata mirip atau meniru desain lain, selain material yang digunakan.

Moto-M (1)

Dibagian belakang terdapat logo Moto dengan huruf M yang berada di bagian bawah. Terdapat dua strip antena dengan material plastik tentunya agar smartphone yang memiliki body metal ini lebih mudah dalam menangkap sinyal. Tampak juga tulisan yang menyatakan bahwa produk ini sudah dirakit di Indonesia.

Moto-M (5)

Perangkat Moto M juga dilapisi dengan Nano Coating, sehingga catnya tidak mudah tergores dan juga aman dari noda dan cipratan air. Tidak ada bercak bekas-bekas sidik jari saat menggenggam produk yang satu ini. Nano Coating adalah satu hal yang selalu dihadirkan oleh Moto pada setiap produknya, baik dari level entry hingga level premium.

Moto-M

Smartphone ini dibekali dengan spesifikasi yang cukup mumpuni di kelasnya, antara lain layar IPS 5,5 inci dengan resolusi Full HD, SoC MediaTek Helio P15, RAM 4GB, dan internal storage 32 GB. Terlihat layar yang besar dengan tingkat kecerahan yang sangat baik, bahkan saat menggunakanya di bawah sinar matahari. Panel layar juga telah dilapisi dengan pelindung layar dengan kontur 2,5D yang menambah kesan mewah produk. Bezelnya cukup ramping pada bagian sisi kiri dan kanan, hanya saja untuk bezel bagian atas dan bawah tampak begitu besar. Logo Moto terdapat dibagian bawah, tanpa ada tombol kapasitif untuk recent app, home dan back. Karena semua tombol telah disematkan di dalam layar.

Moto-M (4)

Moto M memiliki kamera utama beresolusi 16MP dan kamera selfie 8MP. Modul kamera utama terlihat sedikit menonjol. Di bagian bawah kamera utama terdapat sensor fingerprint dengan modul berbentuk bulat. Perangkat ini juga dibekali dengan baterai berkapasitas 3050mAh.

Moto-M (2)

Tombol Volume dan Power berada di sisi sebelah kanan, sementara di sisi bagian kiri terdapat slot SIM Card. Moto M mengusung slot Hybrid Dual SIM card type nano yang dikombinasikan dengan slot MicroSD. Di bagian bawah terdapat slot USB Type C untuk konektor charger dan data, serta grill speaker. Sementara di bagian atas terdapat lubang audio jack 3,5 mm.

Moto M berjalan menggunakan sistem operasi Android Marshmallow 6.0.1 dengan varian Vanilla, yaitu OS versi Google langsung tanpa ada tambahan UI. Sehingga pengguna bisa lebih leluasa menginstal aplikasi yang mereka butuhkan tanpa direpotkan banyaknya aplikasi bloatware yang terkadang jarang disentuh pengguna.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…