Hands-On Review Proyektor Casio XJ-A247
Penggunaan
Saat pertama kali menerima pinjaman proyektor Casio XJ-A247 ini, kami langsung tertarik dengan stiker “LampFree” yang terpasang di proyektor tersebut. Tentu saja, kami penasaran bagaimana proyektor ini bisa menghasilkan proyeksi tanpa menggunakan lampu. Ternyata, hal ini merujuk pada Hybrid Light Source, teknologi yang kami bahas secara singkat di halaman sebelumnya. Kami mencoba menggunakan proyektor ini untuk melihat seperti apa hasil proyeksi yang ditawarkan oleh Hybrid Light Source, yang di proyektor XJ-A247 ini diklaim bisa menawarkan proyeksi dengan brightness 2500 Lumens.

Ternyata, saat kami gunakan, proyektor ini benar-benar bisa menghasilkan proyeksi yang jelas, di ruangan yang cukup terang saat digunakan dari jarak sekitar 1.5 meter dari bidang proyeksi. Benar, brightness yang ditawarkan pun menyerupai apa yang ditawarkan proyektor dengan rating 2000 Lumens – 2500 Lumens. Hal ini tentu saja menarik, mengingat proyektor ini memiliki dimensi yang terbilang ringkas, jauh lebih tipis dari proyektor 2500 Lumen pada umumnya.
Pengaturan hasil proyeksi dari proyektor ini tidak bisa dikatakan mudah, tetapi tidak bisa juga dikatakan sulit. Tidak bisa dikatakan mudah karena semua kontrok, termasuk zoom dan focus, dilakukan melalui tombol, bukan dengan mekanisme fisik. Hal ini akan membuat pengaturan hasil proyeksi membutuhkan waktu lebih dari proyektor dengan mekanisme fisik untuk zoom dan focus pada umumnya. Namun, dengan opsi kontrol yang cukup banyak, termasuk vertical keystone, pengaturan hasil proyeksi juga tidak bisa dikatakan sulit dilakukan.
Casio menyediakan remote untuk membantu kontrol proyektor ini. Remote bisa digunakan dengan diarahkan ke sisi depan maupun belakang dari proyektor, karena Casio menempatkan sensor infrared untuk input dari remote di kedua bagian itu. Terdapat juga speaker terintegrasi untuk output audio, dengan konfigurasi mono. Menurut kami, speaker ini akan lebih cocok untuk suara-suara efek pendukung, yang tidak terlalu menekankan kualitas suara. Bukan karena kualitasnya yang buruk, tetapi karena konfigurasi mono dan tingkat volume-nya yang tidak terlalu besar.

Input yang tersedia di proyektor ini secara umum sudah mencakup kebutuhan umum saat ini, dengan tersedianya input D-Sub dan HDMI, serta kemampuan untuk menerima input file maupun menyimpan file dalam storage internal. Opsi input dari jaringan serta kontrol melalui smartphone pun tersedia, dan seharusnya akan mempermudah penggunaan proyektor ini. Sayangnya, hal itu hanya bisa didapatkan dengan modul wireless yang harus dibeli terpisah.
Proyektor ini menawarkan dukungan resolusi native “hanya” di 1280 x 800 piksel, tetapi bisa menerima input hingga resolusi Full HD. Saat kami gunakan di resolusi Full HD, kualitas hasil proyeksi masih bisa disebut sangat baik, dengan hanya sedikit sekali penurunan kualitas bila dibandingkan dengan resolusi native-nya. Secara keseluruhan, proyektor XJ-A247 ini bisa menampilkan kualitas hasil proyeksi yang baik, jauh di atas rata-rata, dengan reproduksi warna yang terlihat baik dan separasi warna yang juga baik. Hasil proyeksinya bisa dikatakan membuatnya cocok digunakan baik sebagai proyektor untuk kebutuhan kantoran maupun untuk multimedia.
Picture Mode
Proyektor Casio XJ-A247 ini menawarkan lima preset picture mode, yaitu Standard, Graphics, Theatre, Blackboard, serta Game. Mode Blackboard, sesuai namanya, ditujukan untuk proyeksi ke papan tulis dengan warna hitam, sehingga warna proyeksi sudah disesuaikan dengan warna bidang proyeksinya. Sementara mode lain bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan sesuai dengan konten apa yang diproyeksikan.

Konsumsi Daya
Berdasarkan informasi di situs resmi Casio, proyektor XJ-A247 ini membutuhkan daya sekitar 155 Watt saat beroperasi, atau 115 Watt saat ECO dihidupkan. Kami sempat melakukan pengujian konsumsi daya untuk melihat apakah proyektor ini benar bisa beroperasi dengan daya yang rendah. Mengingat klaim dari Casio itu berada di bawah konsumsi daya proyektor 2000 Lumen – 2500 Lumen pada umumnya.
Ternyata, Casio tidak berbohong. Kami mendapati konsumsi daya dari proyektor ini memang sangat rendah. Konsumsi daya rata-rata yang kami catat adalah:
- ECO off: 105 Watt
- ECO MIN: 91 Watt
- ECO MAX: 65 Watt
Konsumsi daya yang kami dapatkan justru lebih rendah dari klaim dari Casio. Hal ini cukup wajar, karena perbedaan konfigurasi di proyektor akan menghasilkan konsumsi daya yang berbeda. Sebagai catatan, di pengujian konsumsi daya ini, kami menggunakan preset “Standard”, dengan konfigurasi lain sesuai dengan bawaan pabrikan di proyektor, yang kami dapatkan dengan melakukan reset ke konfigurasi awal.
Besar kemungkinan konsumsi daya yang rendah ini disebabkan karena proyektor tidak menggunakan lampu merkuri sebagai sumber cahaya untuk proyeksi. Teknologi Hybrid Light Source yang diusung Casio dalam proyektor ini terlihat bisa menawarkan tingkat brightness yang terbilang baik, setara dengan proyektor konvensional, tetapi membutuhkan daya yang lebih rendah saat beroperasi. Jadi, bila konsumsi daya proyektor merupakan hal yang diperhitungkan, proyektor ini tentu saja akan jadi sangat menarik.
Kesimpulan
(+)
- Hybrid Light Source
- Dimensi keseluruhan ringkas, bobot ringan
- Konsumsi daya yang rendah
- Respon cepat, siap digunakan di bawah 30 detik
- Opsi input dari USB storage
- Storage internal 2 GB
(+/-)
- Konektor input tidak melimpah, tetapi sesuai dengan kebutuhan yang ada
- Setup tampilan (zoom, focus, dan vertical keystone) harus dilakukan secara digital, tetapi opsi pengaturan yang ada cukup lengkap
- Speaker terintegrasi, tetapi dengan konfigurasi mono dan volume yang tidak kencang
(-)
- Paket penjualan terbilang minim untuk harganya
- Bodi mudah sekali kotor

Casio bisa dikatakan berhasil menawarkan proyektor yang menarik dalam wujud jajaran slim projector mereka, termasuk XJ-A247 ini. Proyektor yang satu ini menawarkan dimensi yang ringkas dengan bobot yang terbilang ringan, yang membuatnya mudah dibawa. Satu hal yang sedikit disayangkan, bahan bodi dari proyektor ini, dan warna putih yang diusung, membuat bodi mudah sekali kotor, sehingga mungkin membuat pengguna harus rajin membersihkannya, terutama bila tidak ingin proyektor terlihat kusam saat ditampilkan di hadapan orang lain.
Proyektor XJ-A247 ini terbilang menawarkan hal yang menarik dari penggunaan Hybrid Light Source, di mana Casio tidak menggunakan lampu merkuri di dalamnya. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kombo laser dan LED sebagai sumber cahaya. Hal ini membuat proyektor hanya membutuhkan daya yang rendah untuk beroperasi, sembari tetap menawarkan brightness yang baik, serta kualitas tampilan yang baik, ala proyektor DLP pada umumnya.
Penggunaan proyektor ini termasuk mudah, bahkan bisa saja dirasa lebih nyaman dibandingkan proyektor standar lain. Salah satunya adalah karena proyektor ini bisa siap digunakan dalam waktu singkat, di bawah 30 detik. Memang, tidak adanya mekanisme fisik untuk kontrol zoom dan focus akan dirasa merepotkan, tetapi hal itu mungkin akan lebih ke arah kebiasaan saja.
Konektor yang tersedia di proyektor ini seharusnya tidak akan jadi masalah, tidak melimpah memang, tetapi sudah mencakup kebutuhan yang ada saat ini. Tersedianya storage terintegrasi sebesar 2 GB juga akan membantu, membuat proyektor ini seakan bisa beroperasi tanpa input sama sekali. Speaker juga tersedia, walaupun mungkin tidak terlalu banyak membantu.
Berdasarkan informasi dari PT Datascrip, selaku distributor proyektor Casio, XJ-A247 ini dipasarkan dengan harga Rp 27.280.000. Terasa tinggi, tetapi seharusnya sepadan dengan teknologi yang ada di dalamnya, yang memang terbilang mutakhir untuk menghasilkan proyektor dengan kualitas seperti ini. Sayangnya, perlengkapan yang disertakan mungkin agak terasa kurang lengkap untuk sebuah proyektor dengan harga tinggi seperti ini.














