Direct Release: Konsep Ekosistem Digital Terintegrasi dan Solusi-Preneur Dalam Menjawab Tantangan Transformasi Digital di Indonesia

Reading time:
May 7, 2021

SURGE Ilustrasi Pengembangan Aplikasi Surge

Dalam beberapa tahun ke belakang, masyarakat Indonesia telah masuk pada era baru, yakni era DNA (Device, Network, dan Application). Era tersebut mendorong upaya transformasi digital menjadi lebih cepat dan menyentuh hampir di seluruh sektor dan aspek kehidupan. Imbas lainnya adalah pertumbuhan yang sangat cepat bagi bisnis digital dan aplikasi. Studi klasik dari lembaga telekomunikasi internasional ITU (International Telecommunication Union) menyebutkan bahwa peningkatan penetrasi sebesar 1% dari infrastruktur internet fixed broadband akan dapat meningkatkan PDB perkapita hingga 0.08 persen. Tapi seiring maraknya digitalisasi, meningkatnya adopsi penggunaan internet dan perkembangan teknologi digital demi peningkatan kualitas hidup manusia membuat ITU melakukan studi terbaru pada 2018 yang menyimpulkan bahwa peningkatan 1 persen dari indeks pengembangan ekosistem digital dapat meningkatkan PDB perkapita hingga 0.14 persen, bahkan produktivitas tenaga kerja hingga 0.26 persen.

Di sisi lain pandemi COVID-19 turut mengakselerasi proses transformasi digital tersebut, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat beraktivitas maupun bekerja dari rumah. Di tengah ribuan bahkan jutaan tawaran solusi digital yang ada di luar sana, pengembang aplikasi ataupun penyedia layanan digital perlu menghadirkan inovasi yang memberi nilai tambah bagi para pengguna dan juga stakeholder di sekitarnya. Riset McKinsey menunjukkan bahwa sebesar 71% konsumen global memilih tawaran dari model ekosistem digital terintegrasi, dimana potensinya mencapai USD 60 triliun pada tahun 2025.

Salah satu pelaku di bidang ekosistem digital terintegrasi, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (IDX: WIFI) atau Surge senada dengan pandangan tersebut. CEO Surge Hermansjah Haryono menyatakan “Sebagai pelaku industri telekomunikasi dan internet, yang selalu menjadi tantangan adalah bagaimana membuat ekosistem yang mempercepat transformasi digital, tetapi juga bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat luas dan juga shareholder. Tantangan ini yang secara bertahap terus kami pecahkan dengan model ekosistem digital terintegrasi, dimana kami meluncurkan berbagai inisiatif terbaru serta kolaborasi dengan mitra-mitra yang memiliki kesamaan misi untuk mendorong peningkatan kualitas hidup publik lewat transformasi digital. Dengan tiga pilar ekosistem digital Surge, yakni periklanan digital, pengembangan aplikasi, dan juga infrastruktur jaringan internet, Kami berfokus dengan digitalisasi lingkungan publik melalui pengembangan konsep offline-to-online aset media, serta pengembangan aplikasi smartphone yang didukung jaringan infrastruktur internet yang dijalankan secara terpadu dan mandiri.”

Tercatat sebelumnya, Surge melalui layanan dan anak usaha telah menghadirkan aplikasi yang memberikan nilai tambah di berbagai aspek kehidupan masyarakat, sambil menumbuhkan bisnisnya lewat integrasi ekosistem yang dibangun, seperti LiniPoin bagi para pengguna commuter line Jabodetabek, digitalisasi pasar pada 13 pasar tradisional di bawah PD Pasar Jaya, aplikasi KAI Access untuk memudahkan masyarakat memesan tiket Kereta Api jarak jauh, aplikasi Jaklingko sebagai sistem transportasi terpadu Jakarta, hingga beragam aplikasi lainnya seperti Laper Nih, MuslimApp, SobatTani, dan lain sebagainya. Berbagai layanan ini juga didukung oleh layanan Wifi Gratis dan jaringan fiber optik, yang mana model bisnis ini tak hanya memungkinkan perusahaan untuk mewujudkan misi untuk masyarakat bisa menikmati internet secara gratis tetapi juga menghasilkan revenue positif bagi kemajuan dan pengembangan bisnis perseroan ke depan. Tercatat salah satu pendapatan revenue terbesar dihasilkan dari kombinasi antara periklanan digital terprogram dengan free wifi di lokasi pada pengunjung sepanjang jaringan infrastruktur di jalur Kereta Api di Pulau Jawa.

Sebagai upaya mendukung perekonomian nasional, Surge menyediakan aplikasi smartphone untuk transportasi massal, petani, dan marketplace yang bermanfaat bagi masyarakat di dalam ekosistem digitalnya. Perusahaan menyediakan sejumlah aplikasi yang tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga dapat membantu serta memfasilitasi masyarakat. Salah satunya aplikasi Sobat Tani yang dapat mempermudah petani di pedesaan untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran hasil panen.

Hermansjah menambahkan “Sebagai solusi-preneur atau enabler dari transformasi digital di Indonesia, perseroan optimis pertumbuhan bisnis tahun ini akan lebih baik, salah satunya dengan pemulihan ekonomi yang secara gencar terus digalakkan. Kombinasi pilar bisnis Surge memberikan perusahaan potensi pemasukan yang bersifat pendapatan tetap (jaringan infrastruktur) dan potensi bisnis advertising dan digital yang tidak terbatas potensinya. Bahkan dengan kombinasi portofolio aplikasi digital dan infrastruktur periklanan dari Surge, kami perkirakan telah dapat menjangkau lebih dari 150 juta orang perhari. Hal ini memberikan kombinasi yang sangat unik dibanding perusahaan-perusahaan lainnya.”

Menjawab tantangan ke depan, Hermansjah juga menambahkan perkembangan internet dan transformasi digital bergerak semakin cepat. Indonesia sebagai salah satu negara dengan penetrasi internet terbesar juga sudah mulai mempersiapkan diri dengan implementasi 5G. “Selain terus melanjutkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk transformasi digital layanan publik, tahun ini Surge fokus pada pembangunan jaringan fiber optic yang berkualitas dan berkapasitas besar di sepanjang jalur rel kereta milik PT Kereta Api Indonesia di Pulau Jawa. Pembangunan jaringan ini akan membantu proses fiberisasi bagi operator-operator telekomunikasi dengan penerapan teknologi baik 4G maupun 5G pada waktu dekat. Kami optimis dengan prospek 5G di Indonesia, yang sudah ditetapkan pemenangnya oleh Pemerintah beberapa minggu lalu, akan mempercepat transformasi digital dalam 2-3 tahun mendatang.” tutup Hermansjah.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…

Gaming

October 28, 2026 - 0

Playden Ubah Console PS5 Menjadi Steam Machine Untuk Mainkan Game PC

Playden dikabarkan memungkinkan PS5 jailbreak untuk menjalankan game PC Steam…
October 28, 2026 - 0

Thermaltake Arcus 380 TG ARGB Tawarkan Bodi Kaca Panoramik

Thermaltake Arcus 380 TG ARGB hadirkan casing mid tower dengan…
October 28, 2026 - 0

Modder Sulap Console Lawas NES Jadi PC Mirip Windows 98

Modder berhasil mengubah console lawas Nintendo, NES, menjadi PC mirip…
October 28, 2026 - 0

Handheld PS6 Dikabarkan Miliki iGPU Terkuat Dibanding Pesaingnya

Handheld PS6 dirumorkan menjadi satu-satunya console portable dengan chip AMD…