Pakai AI, Hacker Bisa Tahu Password Korban Dari Suara Ketikan Keyboard
Serangan siber dengan menganalisi suara ketikan keyboard sudah dipelajari sejak tahun 2000-an. Tapi belakangan ini ancaman tersebut sepertinya bisa makin berbahaya, apalagi setelah meningkatnya penggunaan konferensi video, remote working di kafe dan tempat umum, dan juga setelah AI berkembang dengan pesatnya.
Tim ilmuwan komputer dari Universitas Durham, Universitas Surrey, dan Universitas Royal Holloway London, mensimulasikan serangan siber lewat suara ketikan keyboard menggunakan AI. Para peneliti ini menggunana model pembelajaran mendalam yang mengklasifikasikan ketukan keyboard melalui rekaman audio dari Zoom, dan mikrofon pada smartphone.
Baca Juga: China Larang Aplikasi AI ChatGPT, Dorong Platform AI Buatan Negeri Sendiri • Jagat Review
Dan hasilnya rupanya cukup mengejutkan. Pengujian pada rekaman ketukan keyboard dari Zoom mencapai akurasi 93 persen. Sedangkan pengujian lewat smartphone, akurasinya mencapai 95 persen.
Para peneliti ini telah berhasil menunjukkan bagaimana serangan semacam ini, semakin mungkin dilakukan oleh para cybercrime, berkat peralatan dan perangkat lunak yang tersedia.
Bagaimana cara melindungi diri dari serangan saluran samping akustik? Cara termudah adalah jangan mengetik kata sandi dekat mikrofon atau saat melakukan Zoom conference. Tapi, ini tentu tidak selalu mungkin bisa kita lakukan.
Para peneliti menyarankan untuk memastikan kata sandi kita aman dengan autentikasi dua faktor. Atau bisa juga menggunakan login biometrik, dan menggunakan kata sandi acak dengan karakter, angka, huruf besar dan kecil. Ya, pada akhirnya ini tetap menjadi cara basic untuk membuat password kita tetap aman dan sulit dibobol oleh para hacker.













