Permintaan AI Tinggi, Bisnis Data Center NVIDIA Bertumbuh Hingga 76%

Bisnis pusat data (data center) milik NVIDIA dilaporkan telah bertumbuh cukup pesat per laporan FY2Q24 dengan telah mencapai US$ 10,32 milyar, di mana ini artinya bisnis data center NVIDIA sudah bertumbuh hingga 171% jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Laporan keuangan NVIDIA yang diamati oleh TrendForce ini turut menyebutkan bahwa NVIDIA memang secara aktif telah memperluas cakupan bisnis pusat datanya dengan kini tidak hanya menyangsar pasar game saja tetapi juga pasar AI. Dengan perluasan bisnis ini, di laporan FY4Q22 sendiri, pendapatan pusat data menyumbang sekitar 42,7% dan kini di FY1Q23 telah meningkat hingga 45%. Dan untuk FY2Q24, pendapatannya meroket hingga 76%.
Lebih lanjut, TrendForce juga memaparkan bahwa pendorong utama di balik pertumbuhan pendapatan NVIDIA ini berasal dari solusi server terkait AI di pusat datanya. Produk utamanya sendiri mencakup GPU yang diakselerasi untuk AI dan arsitektur referensi HGX server AI, sehingga memiliki fungsi sebagai infrastruktur AI dasar di pusat data yang besar.

Perubahan pendekatan NVIDIA terhadap produk GPU kelas atas ini terjadi mulai 2H23, di mana permintaan akan server kelas AI semakin kompetitif dan NVIDIA menyanggupi kebutuhan tersebut dengan A100 dan H100. Walau demikian, pihak perusahaan dilaporkan akan fokus terhadap H100 dengan harga lebih tinggi untuk secara efektif meningkatkan pertumbuhan pendapatannya di bisnis data center.
Selain menyempurnakan produknya untuk GPU chip AI inti, NVIDIA juga secara aktif mempromosikan solusi HGX dan MGX miliknya tersebut, sehingga membuka peluang besar untuk memperkuat posisinya untuk integrasi ekstnesif platform GPU dan CUDA, di mana akhirnya bisa membangun ekosistem AI yang lebih komperenhensif.
Pasar soal AI ini akan semakin ramai di tahun-tahun mendatang, dengan perusahaan besar seperti Google dan AWS juga mengadopsi chip akselerator AI ASIC internal di masa depan.
(sumber)















