Western Digital Bakal Lepas Bisnis SSD Mereka?
Setelah sebelumnya gagal merger dengan Kioxia, Western Digital atau biasa dikenal dengan WD, dikabarkan bakal membagi dua bisnis mereka menjadi perusahaan independen. Kabar ini disampaikan langsung melalui siaran pers mereka. Bisnis yang akan mereka bagi adalah penyimpanan flash dan hard drive mereka. Pemisahan bisnis menjadi perusahaan independen ini diperkirakan akan rampung pada 2024 mendatang.
WD sebelumnya sudah pernah mengakuisisi perusahaan flash storage ternama dari AS, SanDisk. Akuisisi tersebut bernilai hampir USD 19 M pada tahun 2016 silam. Nah, mengutip dari The Verge, keputusan pemisahan ini akan memungkinkan divisi flash, yang seharusnya juga melibatkan SanDisk, untuk beroperasi secara mandiri.
CEO Western Digital, David Goeckeler, menyebutkan jika bisnis hard drive dan flash mereka berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan dinamika pasar industri penyimpanan yang sedang berkembang. Ia juga menambahkan, kalau langkah diambil oleh perusahaan adalah langkah yang tepat, menimbang kendala yang saat ini mereka hadapi.
Masalah yang Dihadapi Western Digital
Sekedar informasi, pada kuartal terakhir ini, pendapatan Western Digital mengalami penurunan 26 persen dari tahun ke tahun. Ini merupakan imbas dari penurunan penjualan memori flash dan hard drive mereka. Untuk menaikkan angka penjualan mereka, Western Digital memperluas jajaran penjualan mereka ke ranah penyimpanan untuk konsol, melalui expandable storage cards untuk Xbox dan SSD NVMe untuk Steam Deck dan ROG Ally.
Tentu saja, langkah memisahkan bisnis ini juga diambil agar perusahaan pecahan itu nantinya bisa lebih fokus ke pasar masing-masing. Semoga saja mereka bisa segera bangkit ya!















