OpenAI Kembali Gagal Daftarkan “GPT” Sebagai Merek Dagang
Patent and Trademark Office (PTO) Amerika Serikat menolak pengajuan merek dagang dari OpenAI untuk kata GPT. GPT sendiri adalah singkatan dari Generative Pre-Trained Transformer dan PTO menganggap itu adalah istilah umum yang tidak bisa didaftarkan sebagai merek dagang.
OpenAI sendiri berargumen bahwa dalam penerapannya kata GPT bukanlah kata deskriptif. GPT diklaim bukan istilah umum, di mana konsumen akan langsung memahami bahwa itu adalah salah satu produk dari OpenAI.
Seperti diketahui, OpenAI mungkin yang mempopulerkan kata GPT di industri AI, termasuk ChatGPT yang membawa nama mereka melambung. Itu adalah chatbot AI yang menggunakan model bahasa besar yang milik mereka yakni GPT 3.
Hal tersebut membuat istilah GPT menjadi seolah terikat dengan OpenAI. Namun, belakangan banyak startup AI yang juga menggunakan GPT pada nama-nama produk mereka. Contohnya saja GPTZero yang merupakan tools AI untuk mendeteksi konten hasil AI, sementara banyak juga yang memakai istilah GPT untuk nama model AI dasar mereka.
Baca Juga: Android 15 Developer Preview Sudah Dirilis, Apa Saja yang Baru? • Jagat Gadget (jagatreview.com)
Diketahui bahwa ini bukan kali pertama AS menolak klaim merek dagang GPT dari OpenAI. Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman itu juga pernah mengajukan pendaftaran serupa pada Mei 2023 dengan hasil yang sama yakni penolakan.
Itu artinya, ini adalah penolakan kedua dari PTO dan OpenAI akan punya kesempatan sekali lagi untuk mengajukan banding agar mendapatkan istilah GPT sebagai merek dagang mereka. Kalau kalian sendiri, apakah OpenAI layak mengklaim istilah GPT tersebut?

















