Wawancara Eksklusif dengan Ryan Sim, Senior Director Component Channel AMD APAC

Author
Irham
Reading time:
August 24, 2024

Dalam event peluncuran prosesor AMD Ryzen 9000 series di Indonesia, kami berkesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif bersama dengan Ryan Sim, Senior Director Component Channel AMD Asia Pacific Japan. Dalam wawancara tersebut, beliau berbagi wawasan tentang pertumbuhan AMD, strategi inovasi mereka, dan berbagai tantangan yang dihadapi di pasar.

AMD Ryan Sim

Bagaimana Pertumbuhan AMD Pasar Prosesor Desktop?

Ryan Sim menjelaskan Pertumbuhan AMD dalam beberapa tahun terakhir sangat signifikan, terutama setelah peluncuran line-up produk Ryzen dan EPYC. “We have grown tremendously the past maybe 6-7 years after the Ryzen launch.” Pencapaian ini tidak hanya terlihat di pasar desktop tetapi juga di segmen server, di mana AMD berhasil mencapai lebih dari 30% pangsa pasar dengan produk EPYC.

Ryan juga membagikan kisah sukses di Jepang, di mana AMD berhasil mencapai 70% pangsa pasar di segmen PC DIY pada minggu terakhir, melampaui tren sebelumnya yang hanya sekitar 30-40%. “We hit 70% share last week in Japan. We usually trend about 30-40%, but last week we hit 70% in DIY Japan,” ujar Ryan.

Mengapa AMD Terus Mendukung Socket AM4?

Meskipun teknologi baru seperti AM5 dan DDR5 sudah tersedia, AMD tetap berkomitmen untuk mendukung platform AM4 selama DDR4 masih ada di pasar. Ryan Sim menjelaskan alasan di balik keputusan ini: “AM4 will continue to be selling, we will still enable AM4 in the market as long as DDR4 is still widely available in the market.”

AMD melihat bahwa DDR4 masih menawarkan nilai yang sangat baik bagi pengguna, terutama di segmen harga terjangkau. Dan yang menarik, AMD juga akan meneruskan tren tersebut pada socket AM5. Socket AM5 nantinya juga bakal punya dukungan yang panjang, yaitu sampai lebih dari tahun 2027 mendatang.

Apa yang Membuat Ryzen 9000 Series Unggul?

Ryan Sim menekankan keunggulan prosesor ini terletak pada gaming dan productivity. Selain itu power efficiency juga menjadi keunggulan yang ditingkatkan pada generasi terbaru ini.

Ryzen 9000 Series

AMD menggunakan teknologi arsitektur Zen 5 (TSMC 4nm) untuk mencapai konsumsi daya yang lebih rendah dan performa yang lebih tinggi. Fitur menarik lainnya yaitu Precission Boost Overclock, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan overclock hanya dengan satu klik.

Baca Juga: AMD Resmi Hadirkan Prosesor Desktop Ryzen 9000 Series di Indonesia • Jagat Review

Bagaimana AMD Menghadirkan Inovasi AI di Prosesor Desktop?

AMD rupanya juga telah menjadi pelopor dengan meluncurkan prosesor desktop pertama yang dilengkapi unit AI (NPU) pada seri 8000G, yang dikenal dengan kode nama “Phoenix.” Ryan Sim berbagi kebanggaannya, “We were the first in the market last year with our 8000G series product…we have an NPU engine in that.”

Namun demikian, Ryan menjelaskan bahwa  memang ada tantangan tersendiri dalam menghadirkan fitur-fitur AI di perangkat Desktop. Tidak seperti laptop yang dikonfigurasi secara optimal di pabrik, Desktop lebih banyak tantangan karena pengguna memiliki komponen mereka sesuai kebutuhan masing-masing.

Meskipun adopsi teknologi AI di desktop mungkin lebih lambat dibandingkan notebook, AMD yakin bahwa fitur ini akan menjadi bagian penting dari masa depan teknologi desktop.

Produk Apa yang Paling Laris di Indonesia dan Asia Tenggara?

Di Indonesia, Ryzen 5 5600 dan prosesor G-series (APU) menjadi produk yang paling laris. “Ryzen 5 5600, 5600G, 5600X…the 5600 range is one of the top selling models actually,” ungkap Ryan Sim. Produk APU, yang menggabungkan CPU dengan GPU, sangat populer di Indonesia karena menawarkan solusi yang terjangkau dan serbaguna.

AMD Ryan Sim 2

Sementara Untuk GPU, Radeon RX 6600 menjadi model yang paling banyak terjual di wilayah APAC, termasuk Indonesia. “It’s our top selling model in APAC right now, in Asia, RX 6600,” kata Ryan.

Tantangan Terbesar yang Dihadapi GPU Radeon di Pasar?

Meskipun GPU Radeon dari AMD kompetitif dalam hal harga dan performa, Ryan Sim mengakui bahwa ada tantangan dalam memperbaiki persepsi pasar, terutama terkait masalah driver.

Ya, banyak pengguna yang mengeluhkan permasalahan pada driver yang menjadi mimpu buruk para pengguna. Tapi ia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sudah jauh berkurang, “In the last two years, three years, the complaint is almost non-existent…until this recent incident,” ujar Ryan. Yang dimaksud adalah masalah yang terjadi pada update driver AMD Adrenaline yang menyebabkan beberapa game tidak bisa berjalan seperti semula dan mengalami performa drop yang sangat signifikan. Tapi hal tersebut juga sudah diperbaiki oleh AMD dengan merilis update terbaru.

Ryan menyebutkan AMD telah melakukan perbaikan signifikan dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas perangkat lunaknya. Termasuk berinvestasi lebih besar di RnD Software, serta merekrut lebih banyak tenaga ahli.

Bagaimana AMD Mengubah Strategi Pemasarannya?

Untuk mengubah persepsi pasar dan meningkatkan kesadaran tentang produk mereka, AMD fokus pada strategi pemasaran modern. Yaitu dengan beragam activity yang dilakukan melalui media sosial dan kolaborasi dengan influencer.

“The team does a lot of…social media. It’s influencer, YouTuber, you know…?” ujar Ryan Sim. AMD melihat strategi ini sebagai cara yang efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama di pasar besar seperti Indonesia.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…