OpenAI Siap Produksi Prosesor AI Kustom Pertama, Saingi Nvidia?

Author
Irham
Reading time:
February 12, 2025

OpenAI sepertinya sudah siap memasuki persaingan di industri prosesor AI dengan merancang chip kustom pertamanya. Menurut laporan Reuters, desain prosesor ini akan diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan dan dikirim ke TSMC untuk diproduksi secara massal pada 2026.

OpenAI Chip AI

Prosesor ini akan mengusung desain systolic array, arsitektur yang memungkinkan pemrosesan data berlangsung secara efisien dalam pola berulang. Selain itu, chip ini akan menggunakan memori HBM, meskipun belum jelas apakah OpenAI akan memilih HBM3E atau HBM4. Untuk fabrikasi, OpenAI mengandalkan teknologi 3nm dari TSMC, yang sudah terbukti dalam industri semikonduktor.

OpenAI Kerjasama dengan Broadcom

Dalam pengembangannya, OpenAI bekerja sama dengan Broadcom. Perusahaan AI ini akan merancang bagian inti prosesor, sementara Broadcom akan menangani elemen tambahan seperti CPU, memori, dan antarmuka I/O. Proyek ini dipimpin oleh Richard Ho, mantan insinyur TPU Google. Timnya kini telah berkembang menjadi 40 insinyur, tetapi masih jauh lebih kecil dibandingkan tim serupa di Amazon Web Services (AWS) atau Google.

Baca Juga: Review Axioo Pongo 735

Salah satu alasan kenapa OpenAI mengembangkan prosesor sendiri adalah untuk meningkatkan posisi mereka terhadap suplier  seperti Nvidia. Jika berhasil, mereka berencana terus menyempurnakan prosesor ini seiring waktu. Namun, untuk tahap awal, prosesor ini akan diproduksi dalam jumlah terbatas dan lebih difokuskan untuk menjalankan inferensi model AI ketimbang melatihnya.

Membuat prosesor AI berkinerja tinggi bukan perkara murah. Industri memperkirakan biaya pengembangan satu model chip bisa mencapai ratusan juta dolar, bahkan bisa dua kali lipat jika memperhitungkan infrastruktur pendukungnya.

Meski sulit menyaingi GPU Nvidia dalam hal performa, perusahaan seperti AWS, Google, dan Meta telah membuktikan bahwa prosesor kustom bisa menjadi alternatif yang lebih murah dan hemat energi. Jika strategi OpenAI berjalan sesuai rencana, mereka bisa mengurangi ketergantungan pada Nvidia dan menekan biaya operasional mereka sendiri.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…