ChatGPT Kalah Telak Lawan Mesin Catur Jadul Atari 2600

Author
Irham
Reading time:
June 15, 2025

OpenAI mungkin punya visi besar soal kecerdasan buatan supercerdas (AGI), tapi kenyataannya tidak selalu sejalan. ChatGPT, chatbot andalan mereka, baru saja dipermalukan oleh lawan yang tak terduga, yaitu mesin Atari 2600 dari tahun 1978.

Atari2600a

Seorang developer mencoba memasangkan ChatGPT dengan Video Chess, game catur klasik yang berjalan di emulator Atari. Tapi bukannya unjuk gigi, ChatGPT malah berulang kali membuat kesalahan mendasar. Ia salah membedakan benteng dan peluncur, tidak menyadari ancaman bidak, dan tampak bingung dengan posisi bidak sendiri.

Baca Juga: Rompi Pintar Ini Bisa Bantu Anjing Tunanetra 

Sang pengembang sampai menyindir bahwa performa ChatGPT itu cukup parah untuk bahkan di klub catur anak SD. Bahkan setelah game dialihkan ke notasi catur standar agar lebih jelas, ChatGPT tetap membuat blunder dan akhirnya menyerah setelah sekitar 90 menit. Ironisnya, ide untuk memainkan game ini datang dari ChatGPT sendiri.

Perbandingan ChatGPT vs Mesin Catur Atari 2600

Perbandingannya makin terasa mencolok jika melihat kapasitas mesin. Atari 2600 hanya memiliki 0,3 MIPS—sekitar 250 ribu kali lebih lemah dari iPhone 15 Pro, apalagi dibandingkan data center miliaran dolar tempat ChatGPT dijalankan.

Meski hasil ini terlihat mencolok, banyak pihak menganggap ini bukan kegagalan AI secara umum. Masalahnya lebih ke konteks, ChatGPT bukan dirancang untuk bermain catur lewat tampilan visual pixel jadul. AI seperti Deep Blue sudah mengalahkan juara dunia catur Garry Kasparov sejak 1997, dan kemenangan AI terus berlanjut di game kompleks lain seperti Go dan StarCraft II.

Bahkan, AI kini mulai merambah olahraga dunia nyata. FORPHEUS, lengan robot dari Jepang, pernah mendemonstrasikan kemampuannya mengalahkan pemain pingpong tingkat menengah.

Jadi, apakah kekalahan ChatGPT dari Atari ini menunjukkan batasan AI? Atau sekadar pengingat bahwa kecerdasan buatan tetap butuh konteks yang tepat untuk bisa bekerja maksimal? Bagaimana menurut kalian?

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 19, 2026 - 0

ASUS ROG Bulwark Dock DG310 Ubah ROG Xbox Ally Jadi Console 4K 144Hz

ASUS ROG Bulwark Dock DG310 berikan akses untuk ubah handheld…
October 19, 2026 - 0

Modder Bawa DLSS 5 Versi Baru ke Game yang Belum Didukung

Modder menguji model DLSS 5 terbaru di Forza Horizon 6…
October 19, 2026 - 0

Sony Patenkan Teknologi Prediksi Frame untuk Kurangi Input Lag

Sony mematenkan teknologi prediksi frame untuk PlayStation untuk kurangi input…
October 19, 2026 - 0

Fanatec & Trak Racer Pamerkan Setir Sim Racing Generasi Baru

Fanatec dan Trak Racer pamerkan Project Obsidian sebagai konsep pengembangan…