Google Flow Hasilkan 100 Juta Video dalam Waktu 3 Bulan

Author
Irham
Reading time:
August 20, 2025

Google baru saja mengumumkan bahwa tools video AI generatifnya yaitu Flow, telah menghasilkan lebih dari 100 juta video. Pencapaian ini diperoleh hanya dalam waktu tiga bulan sejak pertama kali diumumkan di ajang Google I/O.

Berbeda dari tools AI Google lainnya, platform ini memang dirancang untuk para kreator dan filmmaker profesional. Inti kekuatannya ada pada Veo 3, model video AI terbaru Google yang bisa langsung menghasilkan video dengan audio sinkron, lengkap dengan dialog, efek suara, hingga soundtrack bawaan.

Google Flow

Dalam tujuh minggu pertama saja, lebih dari 40 juta video sudah tercipta. Elias Roman, Senior Director of Product Management di Google Labs, menyebut Veo 3 sebagai “kunci utama” karena mampu menghadirkan pengalaman produksi video tanpa perlu merangkai banyak alat.

Tidak hanya Veo 3,  Flow juga menggunakan teknologi AI Google lain, termasuk Imagen untuk visual dan Gemini untuk mendukung penulisan prompt yang lebih detail. Dengan begitu, kreator bisa membuat video dengan kualitas konsisten.

Baca Juga: NVIDIA RTX Hair Hadir September, Rambut di Game Bakal Jadi Lebih Hidup • Jagat Review

Misalnya karakter yang tetap punya warna mata atau potongan rambut sama di setiap adegan. Hal yang selama ini sulit dicapai di ranah AI video.

Antarmuka Flow Dibuat Familiar Bagi Editor

Supaya lebih mudah dioperasikan, antarmuka Flow dibuat mirip timeline sederhana ala Premiere Pro, jadi terasa akrab bagi pembuat film. Ada pula sederet fitur menarik seperti ingredients-to-video yang bisa menggabungkan gambar dan prompt teks untuk membentuk video, perpanjangan klip dengan transisi halus, sampai doodle editing untuk menghidupkan coretan menjadi animasi.

Saat ini Flow tersedia lewat Google Labs AI Test Kitchen, dengan biaya berlangganan mulai dari USD 20 untuk paket Pro, hingga USD 250 per bulan untuk paket Ultra.

Lalu, apakah teknologi seperti ini akan menjadi “teman kolaborasi” bagi para kreator, atau justru membuat batas antara karya manusia dan karya mesin semakin kabur?

Sumber

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…
June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…

Gaming

July 2, 2026 - 0

Sony Akan Tutup PlayStation Store Untuk PS3 dan PS Vita Secara Bertahap

Sony resmi menutup PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita…
July 2, 2026 - 0

PlayStation Resmi Hentikan Produksi Disc Game Baru Mulai Januari 2028

Sony resmi mengumumkan produksi disc fisik untuk seluruh game baru…
July 2, 2026 - 0

Nintendo Naikkan Harga Switch 2 di Korea Selatan

Nintendo resmi menaikkan harga Switch 2 di Korea Selatan sebesar…
July 1, 2026 - 0

PS5 Diklaim Kuasai Hingga 80% Penjualan Game Single Player AAA

Data industri mengklaim PS5 menyumbang hingga 80% penjualan game single…