Pelajar di Inggris Retas Sistem Sekolah Buat Cari Ketenaran

Reading time:
September 12, 2025

Fenomena unik tapi mengkhawatirkan muncul di sekolah-sekolah Inggris. Menurut laporan terbaru dari Information Commissioner’s Office (ICO), lebih dari setengah kasus peretasan data di sekolah ternyata dilakukan oleh siswanya sendiri. Dari 215 insiden keamanan yang tercatat, sekitar 57% berasal dari pelajar.

Pelajar Hack Sekolah

Metodenya juga beragam, tapi ICO menyebut kalau sebagian besar masih terbilang peretasan sederhana. Banyak pelajar berhasil membobol keamanan sekolah cuma bermodalkan menebak password yang lemah atau menemukan catatan login yang tercecer di perangkat sekolah. Meski begitu, ICO juga mengatakan kalau sekitar 5% kasus membutuhkan teknik peretasan yang lebih rumit seperti membobol data sandi dan melewati protokol keamanan.

Alasan Para Pelajar Meretas Sekolah

Menariknya, beberapa siswa mengaku melakukannya demi menanggapi tantangan, pamer kemampuan, mencari ketenaran di kalangan teman, bahkan sampai faktor balas dendam atau sekadar persaingan pribadi. ICO mengingatkan kalau aksi yang dianggap “cuma iseng” ini bisa berdampak buruk jika dibiarkan. Aksi semacam ini bisa membuat para pelaja terjebak dalam kejahatan di dunia maya, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk merusak keamanan organisasi atau infrastruktur penting.

Pelajar Hack Sekolah

Sayangnya, insiden ini bisa terjadi karena lemahnya praktik keamanan di sekolah. Hampir seperempat dari kebocoran data ini berasal dari guru yang membiarkan perangkat pribadinya digunakan siswa. Laporan ICO menyebut sekitar 20% kasus disebabkan penggunaan perangkat pribadi untuk urusan kerja, sementara 17% lainnya dipicu lemahnya pengaturan akses ke layanan seperti Microsoft SharePoint. 

Baca Juga: Modder Ini Ubah RTX 4090 24GB Jadi 48GB

Untuk menghindari kasus serupa, ICO mendorong sekolah-sekolah di Inggris agar memperketat keamanan data mereka. Mulai dari memperbarui pelatihan GDPR, perlindungan data bagi staf, sampai memastikan kontrol akses diatur dengan benar. Tujuannya jelas: melindungi data sensitif milik sekolah sekaligus mencegah siswa terjerumus ke praktik peretasan sejak dini.

Sumber

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…

Gaming

March 10, 2026 - 0

Sony Dikabarkan Lakukan Dynamic Pricing Test di PlayStation Store

Harga game di PS Store dikabarkan perlihatkan adanya perbedaan, berkat…
March 10, 2026 - 0

Marathon Sertakan Nama Artis Dari Drama Plagiat di Credits

Akhirnya misteri seputar penyelesaian drama plagiat art yang sempat terjadi…
March 10, 2026 - 0

Studio Developer Until Dawn Remake Resmi Ditutup Pada Februari 2026

Efek dari kurang suksesnya Until Dawn Remake di 2024 lalu…
March 10, 2026 - 0

Kreator MindsEye Kembali PHK Karyawannya di Awal 2026

Studio yang ada di balik MindsEye kembali lakukan PHK massal…