Aluminium OS: Nama Kode untuk Penyatuan ChromeOS dan Android

Author
Mahfud
Reading time:
November 25, 2025

Rumor mengenai rencana Google untuk menggabungkan ChromeOS dengan Android sudah mulai bergulir sejak akhir tahun lalu dan akhirnya resmi dikonfirmasi pada Juli 2025. Raksasa internet asal Amerika Serikat memang belum memberikan detail apa pun saat ini, tapi kini terungkap bahwa proyek itu bakal disebut sebagai “Aluminium OS”.

Proyek Penyatuan ChromeOS dan Android Disebut “Aluminium OS”

Petunjuk itu datang dari postingan lowongan kerja yang dipasang Google baru-baru ini untuk posisi “Senior Product Manager, Android, Laptop, and Tablets”. Loker tersebut secara eksplisit mengatakan bahwa mereka sedang membangun tim untuk mengerjakan proyek Aluminium Operating System (Aluminium OS) yang berbasis Android.

Belum bisa dipastikan apakah Aluminium hanya akan jadi nama kode project saja seperti Chromium yang merupakan basis dari ChromeOS atau akan berakhir sebagai nama final produk saat rilis nanti. Apakah Google akan tetap mempertahankan nama ChromeOS atau memberi nama baru untuk “Android PC” nanti juga masih jadi pertanyaan.

Ya, detailnya masih sangat minim sekali saat ini. Hasil dari penyatuan antara ChromeOS dan Android ini sendiri dijadwalkan untuk rilis pada 2026 mendatang, meski tak diketahui juga apakah pada paruh pertama atau kedua. Kendati demikian, satu hal yang bisa dipastikan adalah bahwa AI bakal menjadi fitur unggulan dari Aluminium OS.

AI Jadi “Jantung” Aluminium OS

Ini bukan sesuatu yang mengejutkan mengingat Google secara ambisius terus mengintegrasikan Gemini ke berbagai layanannya, termasuk aplikasi produktivitas macam Docs, Sheets, Slide, Gmail, Drive dan lainnya. Prediksinya, fitur-fitur AI tersebut akan berjalan secara on-device terlihat dari bagaimana Google menggandeng Qualcomm.

Seperti diketahui, SoC berbasis Arm untuk PC dari Qualcomm yakni Snapdragon X-Series sudah dibekali NPU yang mumpuni untuk melakukan hal tersebut. Sementara generasi pertamanya punya NPU 45 TOPS, penerusnya Snapdragon X2 Series bahkan lebih canggih lagi dengan kemampuan NPU 80 TOPS.

Namun, tampaknya kita masih harus bersabar hingga 1-2 tahun ke depan hingga laptop berbasis Android atau Aluminium OS ini tersedia secara masif di pasaran. Mari kita tunggu saja perkembangan selanjutnya ya!

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 15, 2026 - 0

ARC Raiders Dikabarkan Uji Coba Mode PVE di Versi China

ARC Raiders versi China dikabarkan mulai menguji fitur PVE bernama…
June 15, 2026 - 0

Producer Final Fantasy VII Remake Siap Garap JRPG Baru Setelah Revelation

Naoki Hamaguchi mengaku ingin tetap mengerjakan JRPG setelah Final Fantasy…
June 15, 2026 - 0

God of War: Laufey Disebut Akan Satukan Gaya Klasik dan Modern

Producer God of War: Laufey mengungkap game itu dirancang untuk…
June 15, 2026 - 0

Nintendo Diam-diam Ubah Deskripsi Ocarina of Time Remake

Nintendo diam-diam mengubah deskripsi resmi The Legend of Zelda: Ocarina…