Seri Mengenal Laptop Gaming feat. HP – Part 4: Ini Rahasia Kenapa Performa Laptop Gaming Lebih Kencang!

Reading time:
November 4, 2025
seri mengenal laptop gaming part 4

Kita semua tahu Laptop Gaming itu bisa kencang karena menggunakan prosesor dan GPU yang High Performance. Tapi sebenarnya itu saja tak cukup. Rahasia kenapa Laptop Gaming itu bisa kencang karena dia menggunakan sistem pendingin yang SPESIAL. Tapi apa yang spesial dari sistem pendingin Laptop Gaming? Lalu kenapa sistem pendingin spesial tersebut bikin performa Laptop Gaming bisa kencang?

Kita kasih tahu jawabannya disini! Ini adalah Video keempat dari seri Video mengenal Laptop Gaming.

Ini Rahasia Kenapa Performa Laptop Gaming Lebih Kencang!

Ini Rahasia Kenapa Performa Laptop Gaming Lebih Kencang Seri Mengenal Laptop Gaming Part 4 YouTube 1 17

Pada umumnya, komponen penyusun sistem pendingin Laptop itu mirip satu sama lain.

Pertama ada komponen Baseplate yang menempel ke Chip CPU dan GPU. Berikutnya ada komponen Heatpipe yang bertugas mentransfer panas dari Baseplate menuju sirip-sirip Heatsink.

Buat yang belum tahu, sirip-sirip Heatsink merupakan komponen lempengan logam tipis yang dibentuk seperti kisi-kisi jendela, yang biasanya ditempatkan di dekat Kipas. Sirip-sirip Heatsink sendiri berfungsi sebagai area pelepasan panas. Biasanya, semakin banyak jumlah sirip-sirip Heatsink, maka semakin luas area pelepasan panasnya. Lalu komponen lainnya adalah Kipas yang berfungsi meniup udara ke sirip-sirip Heatsink untuk mempercepat pelepasan panas ke udara bebas.

Tapi kalo komponennya mirip, sebenarnya apa sih bedanya sistem pendingin untuk Laptop Gaming dan Laptop “biasa”?

Ini Rahasia Kenapa Performa Laptop Gaming Lebih Kencang Seri Mengenal Laptop Gaming Part 4 YouTube 2 37

Pertama-tama sistem pendingin Laptop Gaming itu biasanya dirancang dengan Rating TDP (Thermal Design Power) yang tinggi. Ini berbeda dibandingkan Laptop “biasa” yang sistem pendinginnya punya Rating TDP yang rendah. Penggunaan sistem pendingin seperti itu penting yah karena Laptop Gaming umumnya menggunakan prosesor dan GPU tipe High Performance. Kalau Rating TDP sistem pendinginnya terlalu kecil, Laptop Gaming bisa mengalami gejala Thermal Throttling yang mengakibatkan performanya diturunkan karena kepanasan.

Berikutnya, sistem pendingin Laptop Gaming itu biasanya dirancang dengan banyak Heatpipe. Untuk jumlahnya sih bisa beragam, bisa dua, bisa tiga, atau bahkan bisa tujuh Heatpipe tergantung tipe Laptop Gaming-nya. Jumlah Heatpipe yang melimpah membuat jumlah panas yang ditransfer bisa lebih banyak dan lebih cepat.

Ini Rahasia Kenapa Performa Laptop Gaming Lebih Kencang Seri Mengenal Laptop Gaming Part 4 YouTube 1 52

Lalu sistem pendingin Laptop Gaming itu biasanya menggunakan Kipas yang Powerful. Kipas tersebut biasanya punya diameternya besar dan tebal dengan jumlah bilah yang banyak. Selain itu, motor Kipas biasanya dirancang bisa berputar di kecepatan yang tinggi.

Ini Rahasia Kenapa Performa Laptop Gaming Lebih Kencang Seri Mengenal Laptop Gaming Part 4 YouTube 4 32

Tidak sampai disitu saja, sistem pendingin Laptop Gaming biasanya menggunakan Thermal Interface atau “termal pasta” khusus untuk prosesor dan GPU-nya. Thermal Interface yang digunakan biasanya menggunakan tipe yang punya konduktivitas panas yang tinggi, atau bahkan ada yang juga memakai “Liquid Metal”. Thermal Interface seperti itu membuat transfer panas dari “prosesor-GPU” ke Baseplate lebih optimal.

GSistem pendingin Laptop Gaming itu biasanya dilengkapi Software pengaturan seperti untuk mode performa dan kecepatan kipas. Nah, contoh sistem pendingin Laptop Gaming seperti itu bisa kita lihat di “HP Omen Max 16” yang menggunakan “Omen Tempest Cooling Pro”.

Simak pembahasan lengkapnya di video berikut ini:

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…