Korea Selatan Jadi Negara Pertama yang Resmikan Regulasi AI

Author
Irham
Reading time:
January 23, 2026

Korea Selatan resmi menjadi negara pertama yang menerapkan aturan nasional khusus untuk regulasi AI. Regulasi ini tertuang dalam AI Basic Act, yang mulai mengatur bagaimana AI boleh digunakan di berbagai sektor penting.

Aturan tersebut menaruh perhatian besar pada AI yang dinilai berdampak tinggi. Teknologi AI di bidang keselamatan nuklir, pengelolaan air minum, transportasi, layanan kesehatan, hingga keuangan kini tidak boleh berjalan sepenuhnya otomatis. Pengawasan manusia tetap diwajibkan, termasuk untuk sistem AI yang digunakan dalam penilaian kredit dan proses pengajuan pinjaman.

Korea Selatan regulasi Ai

Selain soal pengawasan, transparansi juga menjadi poin utama. Perusahaan harus memberi tahu pengguna sejak awal jika produk atau layanan mereka memakai AI berdampak tinggi atau AI generatif. Jika AI menghasilkan konten yang tampil sangat mirip dengan kenyataan, perusahaan wajib memberi label agar pengguna tahu bahwa itu bukan buatan manusia.

Sanksi Bagi Pelanggar Regulasi AI

Pemerintah Korea Selatan tidak langsung menjatuhkan sanksi. Ada masa transisi minimal satu tahun sebelum denda mulai diterapkan. Untuk pelanggaran tertentu, seperti tidak memberi label pada konten AI generatif, denda maksimal bisa mencapai 30 juta won Korea, atau sekitar Rp330 jutaan dengan kurs saat ini.

Di sisi lain, aturan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan startup. Sejumlah pelaku industri menilai ketentuan yang masih cukup umum bisa membuat perusahaan bermain terlalu aman dan menahan inovasi agar tidak tersandung aturan.

Baca Juga: Intel Arc Pro B70 Bakal Dibekali VRAM 32GB? • Jagat Review

Untuk meredam kekhawatiran tersebut, Kementerian Sains dan ICT Korea Selatan menyiapkan platform panduan serta pusat dukungan khusus selama masa transisi. Harapannya, perusahaan tetap bisa mengembangkan AI tanpa melanggar batas yang ditetapkan.

Tentunya apa yang dilakukan oleh Korea Selatan ini sangat layak diapresiasi, dan perlu dicontoh oleh negara-negara lain, termasuk di Indonesia. Mengingat AI memang punya dampak positif yang signifikan, sekaligus dampak negatif yang besar jika tidak segera diatur dalam undang-undang.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…