Komdigi Resmikan Aturan Batas Usia Anak di Platform Media Sosial

Author
Mahfud
Reading time:
March 8, 2026

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan kebijakan baru terkait penggunaan platform digital oleh anak-anak. Melalui Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 turunan dari PP TUNAS, anak yang berusia di bawah 16 tahun tidak lagi dapat memiliki akun di sejumlah platform digital yang dianggap berisiko tinggi.

media sosial anak-anak _2

Aturan ini akan diterapkan pada berbagai platform populer yang memiliki fitur interaksi sosial. Beberapa di antaranya termasuk YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, hingga Roblox. Meski dikenal sebagai game, Roblox tetap masuk dalam kategori ini karena menyediakan fitur komunikasi dan interaksi antar pengguna.

Komdigi menyebut bahwa kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 28 Maret 2026. Setelah aturan ini diterapkan, akun yang terdaftar atas nama pengguna berusia di bawah 16 tahun di platform berisiko tinggi akan dinonaktifkan. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu kesiapan dari masing-masing platform digital.

Keputusan ini diambil karena ancaman di ruang digital bagi anak-anak semakin nyata seperti pornografi, perundungan siber, penipuan online, hingga adiksi digital. Menkomdigi, Meutya Hafid, mengatakan bahwa langkah ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan di awal bagi anak-anak karena kehilangan akses ke sosmed, tapi itu adalah pil pahit yang harus diambil.

Tantangan Verifikasi Usia

Sementara aturannya sudah ada, kini salah satu tantangan terbesar dalam penerapan kebijakan ini adalah proses verifikasi usia pengguna. Platform diwajibkan menghadirkan sistem yang mampu memastikan usia pengguna secara lebih akurat. Hal ini penting agar anak-anak tidak dapat mengakali aturan dengan memasukkan tanggal lahir yang tidak sesuai.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak. Namun, efektivitas aturan tersebut masih menjadi tanda tanya bagi sebagian pihak. Pasalnya, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada pengawasan serta komitmen platform dalam menerapkannya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…
April 24, 2026 - 0

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Rilis Reveal Trailer

Akhirnya semua yang menjadi pertanyaan fans dan prediksi komunitas terjawab…