Geekbench 6.7 Dirilis, Punya Fitur Anti Optimasi Benchmark
Beberapa waktu terakhir, hasil benchmark Geekbench mulai terasa tidak konsisten. Ada perangkat yang mencetak skor tinggi, tetapi saat dipakai sehari-hari tidak terasa ada lonjakan performa yang sebanding. Situasi seperti ini yang mendorong Geekbench merilis Geekbench 6.7.

Skor “Optimasi” di Geekbench 6.7 Dianggap Tidak Valid
Geekbench melihat ada pengujian yang berjalan dengan bantuan optimasi khusus. Optimasi ini hanya aktif di kondisi tertentu dan tidak dipakai secara luas di aplikasi lain. Dampaknya, skor bisa naik cukup jauh tanpa benar-benar mencerminkan performa umum perangkat.
Lewat Geekbench 6.7 mulai menyaring hasil seperti ini. Sistemnya bisa mengenali pengujian yang memakai optimasi tersebut, lalu memberi label tidak valid. Hasilnya masih muncul, tetapi tidak akan dipakai sebagai pembanding dengan perangkat lain di database.
Baca Juga: Efisiensi, GoPro Bakal PHK 23 Persen Karyawannya • Jagat Review
Perubahan ini membuat hasil benchmark terasa lebih masuk akal saat dilihat. Perangkat diuji dengan kondisi yang lebih setara, tanpa tambahan yang hanya berlaku di skenario tertentu. Buat pengguna, ini membantu membaca skor dengan konteks yang lebih jelas.
Selain itu, ada beberapa pembaruan tambahan yang ikut dibawa. Informasi SoC di Android kini tampil lebih lengkap, prosesor RISC-V ditampilkan dengan nama yang lebih jelas, dan sistem Linux berbasis Arm mendapat peningkatan stabilitas saat menjalankan pengujian multi-core.
Sekarang angka benchmark tidak berdiri sendiri seperti sebelumnya. Cara skor itu dihasilkan mulai ikut diperhitungkan, dan ini bisa mengubah cara kalian menilai performa sebuah perangkat.















