Huawei Targetkan Chip Setara 1.4nm di 2031
Dalam presentasi di ajang ISCAS di Shanghai, Huawei memperkenalkan konsep bernama Tau (τ) Scaling Law, yang disebut bisa menjadi penerus Moore’s Law. Huawei menyebut, dengan konsep baru yang dimilikinya ini, nantinya mereka bisa menghadirkan chip yang setara dengan chip 1.4nm, di tahun 2031 mendatang.
Buat yang belum familiar, Moore’s Law selama ini jadi “patokan” perkembangan industri semikonduktor. Dalam patokan ini, jumlah transistor di chip terus bertambah dalam ukuran yang semakin kecil. Masalahnya, pendekatan itu sekarang mulai makin sulit diterapkan. Biaya produksi melonjak, kompleksitas naik, sementara peningkatan performanya tidak lagi seagresif dulu.
Mengenal Konsep Tau Scaling Law Milik Huawei
Tau Scaling Law yang diperkenalkan oleh Huawei, nantinya akan lebih menitikberatkan pada efisiensi waktu propagasi sinyal di dalam chip. Jadi bukan sekadar “lebih kecil”, tapi juga bagaimana data bisa bergerak lebih cepat dan efisien di dalam prosesor. Huawei bahkan mengklaim konsep ini bukan sekadar teori. Mereka mengatakan sudah memproduksi massal 381 chip berbasis Tau Scaling Law untuk berbagai kebutuhan industri.
Baca Juga: Polytron Luxia Ryzen 5 7430U Resmi Hadir, Harga Rp 7 Jutaan • Jagat Review
Tentu saja, istilah “setara 1.4nm” belum tentu berarti Huawei benar-benar memakai manufaktur 1.4nm seperti definisi node tradisional milik TSMC atau Samsung. Bisa saja yang dimaksud adalah hasil akhir performa dan kepadatan transistor yang mendekati level tersebut lewat kombinasi desain arsitektur dan optimasi internal.
Huawei Turut Kenalkan LogicFolding
Bersamaan dengan itu, Huawei juga memperkenalkan arsitektur baru bernama LogicFolding. Teknologi ini dirancang untuk menekan delay sinyal sekaligus meningkatkan kepadatan transistor tanpa harus terus bergantung pada pengecilan node manufaktur secara ekstrem. Yang menarik, Huawei menyebut LogicFolding nantinya tidak cuma dipakai di chip smartphone. Teknologi tersebut juga bisa diterapkan ke berbagai sistem sirkuit dan jenis prosesor lain.
Langkah pertamanya bakal dimulai lewat chip Kirin generasi berikutnya pada 2026. Huawei mengatakan prosesor baru itu akan menjadi chip pertama mereka yang memakai arsitektur LogicFolding, dengan peningkatan performa yang diklaim cukup besar dibanding generasi sebelumnya.
Meskipun baru sebatas pernyataan, namun tentunya ini tetap menarik mengingat saat ini Huawei masih berada di bawah berbagai pembatasan akses teknologi chip canggih dari Barat. Artinya, mereka tampaknya mulai mencari jalur alternatif untuk meningkatkan performa tanpa harus sepenuhnya bergantung pada proses fabrikasi paling mutakhir.
















