ZTE Boleh Beli NVIDIA H200 dari AS, Tapi Terganjal Izin China
Pemerintah Amerika Serikat kembali memberikan izin ekspor GPU AI ke China. Kali ini giliran ZTE dan perusahaan server Maginfra yang memperoleh persetujuan untuk membeli NVIDIA H200 berbasis arsitektur Hopper. Meski begitu, pengiriman belum tentu langsung berjalan karena masih membutuhkan persetujuan dari pemerintah China.
Bukan Hanya ZTE yang Sudah Dapat Izin
ZTE kini bergabung dengan Alibaba, Tencent, ByteDance, JD.com, dan sejumlah perusahaan teknologi China lain yang sebelumnya telah memperoleh izin serupa. Sementara itu, salah satu anak perusahaan Kingsoft Cloud juga dikabarkan mendapat persetujuan untuk membeli akselerator AI AMD yang performanya setara dengan NVIDIA H200.
Namun di sisi lain, pemerintah China masih berupaya memperkuat industri semikonduktor domestik. Berbagai perusahaan didorong menggunakan akselerator AI buatan dalam negeri, termasuk solusi dari Huawei yang perkembangannya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Microsoft Rombak Windows Search Box, Lebih Simpel dan Tanpa “Iklan”! • Jagat Review
Meski ada dorongan menggunakan produk lokal, kebutuhan GPU AI di China masih sangat besar. Beberapa bulan lalu bahkan dilaporkan perusahaan-perusahaan teknologi di negara tersebut telah memesan lebih dari dua juta unit NVIDIA H200, jauh melebihi ketersediaan yang dimiliki NVIDIA saat itu.
Bagi ZTE, GPU AI menjadi komponen penting untuk memperkuat layanan cloud computing dan pengembangan infrastruktur AI. Selain dikenal sebagai produsen perangkat telekomunikasi dan smartphone, perusahaan ini juga aktif mengembangkan pusat data dan layanan berbasis kecerdasan buatan.
Saat ini pemerintah AS masih membatasi ekspor GPU AI ke China hanya sampai generasi Hopper. Artinya, produk terbaru berbasis arsitektur Blackwell belum boleh dijual ke perusahaan China, sementara seluruh ekspor juga dikenakan tarif sebesar 25% dan harus melalui proses persetujuan secara individual.
Meski izin ekspor mulai diberikan, jumlah GPU yang benar-benar dikirim masih sangat terbatas. Pejabat perdagangan AS bahkan menyebut hanya sedikit pengiriman H200 yang telah terealisasi, sehingga dampaknya terhadap pendapatan NVIDIA masih belum signifikan. Jika volume pengiriman meningkat dalam beberapa bulan mendatang, perkembangan tersebut kemungkinan akan mulai terlihat pada laporan keuangan NVIDIA berikutnya.












