Ilmuwan Berhasil Pertahankan Otak Manusia Tetap “Hidup” di Luar Tubuh

Reading time:
May 28, 2026

Para peneliti berhasil mempertahankan otak manusia yang telah meninggal agar tetap berfungsi sebagian menggunakan sistem penopang buatan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas obat-obatan bagi penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, dan ALS dalam kondisi yang jauh lebih realistis. Dengan begitu, kandidat obat baru bisa dipelajari secara jauh lebih presisi sebelum diuji pada manusia secara langsung.

Penelitian Otak Manusia

Bagaimana Cara Kerjanya?

Bexorg, perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, menggunakan platform bernama BrainEx untuk mempertahankan fungsi otak manusia. Platform ini mengalirkan cairan khusus sebagai pengganti darah yang bertugas memasok oksigen, membuang limbah metabolisme, dan menjaga proses biologis penting tetap berjalan. Menariknya lagi, sistem ini juga meniru fungsi paru-paru dan ginjal secara artifisial agar kondisi otak tetap stabil.

Baca Juga: ASUS Luncurkan All-in-One PC dengan SoC Snapdragon

Lewat teknologi ini, para peneliti bisa menguji berbagai obat dan mengukur efeknya secara langsung ke jaringan otak manusia. Menurut Bexorg, metode ini punya keunggulan besar dibanding uji coba menggunakan hewan atau kultur sel biasa. Hal ini karena otak manusia menyimpan riwayat penyakit, karakteristik genetik, pengaruh lingkungan selama puluhan tahun, dan jejak pengobatan sebelumnya yang jauh lebih kompleks dan akurat.

Kontroversi di Balik Penelitian Menggunakan Otak Manusia

Meski dianggap sebagai terobosan medis, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan etika di balik penelitian ini. Para kritikus khawatir bahwa otak-otak tersebut tidak sepenuhnya mati, tapi juga tidak benar-benar hidup. Selain itu mereka menilai ada kemungkinan bentuk kesadaran atau persepsi rasa sakit yang masih tersisa dalam otak yang digunakan. 

Menanggapi kekhawatiran ini, Bexorg menegaskan bahwa aktivitas listrik otak yang terkoordinasi sebagian besar tidak terdeteksi yang secara teoritis mengesampingkan adanya kesadaran atau rasa sakit. Selain itu, anestesi seperti Propofol juga digunakan dalam proses penelitian untuk meminimalkan risiko aktivitas otak yang tidak diinginkan. Menurut kalian gimana, apakah terobosan seperti ini layak didukung demi kemajuan medis?

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

May 26, 2026 - 0

Patent Baru PlayStation Ingin Ubah Loading Screen Jadi Lebih Interaktif

Patent baru PlayStation mengungkap fitur interaktif pada loading screen yang…
May 26, 2026 - 0

PlayStation Plus Juni 2026 Hadirkan Darktide hingga Destiny 2: Legacy Collection

Bersamaan dengan Days of Play, jajaran game yang akan menghiasi…
May 26, 2026 - 0

Marvel Rivals Klarifikasi Rumor Seputar Anti-Cheat Mereka

NetEase membantah rumor adanya bypass untuk anti-cheat Marvel Rivals, dan…
May 25, 2026 - 0

Neverness to Everness Siapkan Versi Steam, Epic Store, dan Samsung Galaxy

Neverness to Everness hadir ke Steam dan Epic Games Store,…