Di Wilayah Ini, Pakai VPN Tidak Berlaku!
Kalau kalian pernah pakai VPN buat buka situs yang dibatasi wilayah atau sekadar menjaga privasi, itu sudah jadi hal umum sekarang. Tinggal aktifkan, lokasi bisa terasa berpindah dan akses jadi lebih luas tanpa banyak hambatan. Kebiasaan ini terlihat sederhana, tapi di beberapa tempat mulai dipandang berbeda.
Di Utah, Amerika Serikat, penggunaan VPN menjadi hal yang ribet dan benar-benar tidak mudah. Aturan baru bernama Senate Bill 73 akan berlaku mulai 6 Mei dan membawa perubahan besar. Dengan aturan ini, pengguna intrenet tetap dianggap berada di Utah meski menyamarkan lokasi lewat VPN.
Yang cukup mengejutkan, tanggung jawab tidak diarahkan ke pengguna, melainkan ke website. Jika ada pengguna yang lolos verifikasi usia karena VPN, situsnya bisa ikut kena dampaknya. Kondisi ini membuat posisi pengelola website jadi tidak mudah.
Website juga dilarang memberi panduan soal cara memakai VPN untuk melewati pembatasan. Informasi yang sebelumnya mudah ditemukan kini ikut dibatasi. Ruang gerak jadi lebih sempit baik untuk pengguna maupun penyedia layanan.
Kecaman dari Industri VPN
Dari sisi industri, tentunya langsung bereaksi keras dan memberikan kritik. NordVPN menyebut aturan ini sebagai jebakan karena sulit diterapkan secara teknis. Website diminta mengenali pengguna yang memang dirancang untuk sulit dilacak.
Pandangan serupa datang dari Electronic Frontier Foundation yang menyoroti risiko lebih luas. Mereka melihat situs bisa saja memilih memblokir semua VPN demi menghindari masalah hukum. Opsi lain yang muncul adalah menerapkan verifikasi usia ke semua pengguna tanpa pengecualian.
Baca Juga: CEO NVIDIA: Pangsa Pasar NVIDIA di China Kini 0 Persen! • Jagat Review
Masalahnya, mendeteksi VPN tidak selalu akurat dan sering kali tidak konsisten. Menentukan lokasi asli pengguna juga bukan hal yang mudah dilakukan oleh website biasa. Banyak celah teknis yang membuat aturan ini sulit dijalankan sepenuhnya.
Teknologi seperti Deep Packet Inspection memang bisa mendeteksi trafik tertentu dengan lebih akurat. Namun teknologi ini hanya bisa digunakan di level penyedia internet, bukan oleh website. Artinya kemampuan teknis dan tuntutan aturan tidak benar-benar sejalan.
Di sisi lain, pengguna yang benar-benar butuh VPN bisa ikut terdampak. Jurnalis, aktivis, atau pengguna yang menjaga privasi berpotensi terkena efek dari kebijakan ini. Mereka justru jadi kelompok yang paling terasa dampaknya.
Utah bukan satu-satunya yang mulai mengarah ke kebijakan seperti ini. Beberapa negara lain juga mulai membahas pembatasan VPN meski respons publik masih beragam. Menurut kalian sendiri, apakah penggunaan VPN memang harus dibuat aturan ketat seperti di Utah ini?














