Lenovo: Harga RAM dan Storage Mahal Sudah Jadi New Normal!
Era kecerdasan buatan (AI) ternyata membawa dampak yang makin terasa di industri perangkat konsumen. Jika selama ini harga RAM dan SSD naik turun mengikuti siklus pasar, Lenovo menilai kondisi tersebut bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam ajang ISC 2026 di Jerman, Lenovo menyampaikan bahwa lonjakan harga komponen memori seperti DRAM dan NAND flash kemungkinan bukan sekadar kenaikan sementara. Menurut perusahaan, harga yang lebih mahal justru berpotensi menjadi “new normal”. Ini paling tidak sampai 2030, atau bahkan bisa berlangsung lebih lama.
Lenovo mengungkapkan harga memori melonjak tajam sejak akhir kuartal ketiga hingga awal kuartal keempat 2025. Meski produsen memori terus membangun pabrik wafer baru, fasilitas tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum benar-benar bisa meningkatkan suplai dalam jumlah besar untuk akhirnya bisa memenuhi demand dari industri AI ini.
Pandangan Lenovo juga sejalan dengan sejumlah produsen memori besar. Micron sebelumnya mengakui bahkan pelanggan utamanya masih kesulitan memperoleh pasokan sesuai kebutuhan. Samsung dan SK hynix juga menyampaikan kekhawatiran serupa.
Baca Juga: Mac Studio Baru akan Dapat Upgrade Signifikan di Tahun 2028 • Jagat Review
Rencana Produsen RAM Meningkatkan Produksi
Untuk mengejar permintaan, SK hynix bahkan mempercepat rencana ekspansinya. Perusahaan menargetkan kapasitas wafer DRAM hampir dua kali lipat pada periode 2030–2031, sementara total produksi ditargetkan meningkat tiga kali lipat sekitar 2034. Namun, banyak pihak menilai peningkatan tersebut belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan industri AI yang terus melonjak.
Di sisi lain, kondisi ini menjadi kabar baik bagi produsen memori karena margin keuntungan meningkat. Sebaliknya, pasokan DRAM dan NAND untuk perangkat konsumen justru semakin ketat.
Sementara bagi pengguna, biaya produksi PC, laptop, smartphone, SSD, hingga layanan cloud berpotensi tetap tinggi karena harga komponen memori belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali ke level sebelum ledakan AI.
Meski inovasi dan teknologi manufaktur baru diharapkan bisa membantu menekan biaya pada masa depan, Lenovo menilai harga memori murah seperti yang pernah terjadi pada awal 2025 kemungkinan besar tidak akan kembali dalam waktu dekat.















