Keluar Rumah Serasa Bawa AC? Sony Punya Gadget untuk Mewujudkannya
Kalau cuaca lagi terik-teriknya, pasti ada saja yang bercanda, “Wah, enaknya bawa AC ke mana-mana.” Ternyata, ide yang terdengar seperti lelucon itu memang sedang diwujudkan menjadi produk nyata.
Sony sudah beberapa tahun mengembangkan perangkat bernama Reon Pocket, sebuah pendingin tubuh portabel yang dikenakan di leher. Ya ini adalah perangkat “AC” yang bekerja langsung di area kulit di belakang leher untuk memberikan sensasi lebih sejuk atau lebih hangat sesuai kebutuhan.
Cara Kerja AC Wearable Sony Reon Pocket Pro Plus
Teknologi yang digunakan adalah efek Peltier, yakni fenomena ketika aliran listrik dapat menghasilkan efek pendinginan atau pemanasan pada dua material konduktor yang berbeda. Saat perangkat menempel pada kulit, suhu permukaan tubuh bisa turun atau naik beberapa derajat sehingga pengguna merasa lebih nyaman.
Saat terjebak di kereta yang penuh sesak, bekerja di luar ruangan saat cuaca panas, atau justru berada di kantor dengan AC yang terlalu dingin, pengguna bisa mengatur sendiri apakah ingin mendinginkan atau menghangatkan tubuh.
Kini Sony menghadirkan perangkat generasi terbarunya yaitu Sony Reon Pocket Pro Plus, penerus lini Reon Pocket yang pertama kali diperkenalkan pada 2019. Perangkat ini menawarkan kemampuan pendinginan yang lebih kuat dibanding generasi sebelumnya. Desain penyangga lehernya juga diperbarui agar lebih pas saat digunakan, sehingga transfer suhu ke kulit menjadi lebih efektif.
Perusahaan juga merombak bagian ventilasi udara. Kini salurannya bisa disesuaikan posisinya, termasuk saat digunakan bersama pakaian berkerah tinggi yang sebelumnya berpotensi menghalangi aliran udara.
Untuk urusan baterai, perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 5,5 jam pada mode pendinginan tertinggi. Jika digunakan pada pengaturan paling rendah, daya tahannya bahkan bisa mencapai 34 jam dalam sekali pengisian daya.
Baca Juga: Baterai “Ajaib” Donut Lab Diduga Hanya Lithium-Ion Biasa • Jagat Review
Menariknya lagi, Sony menyertakan sensor suhu dan kelembapan terpisah yang bisa dipasang pada tas atau pakaian. Sensor tersebut akan mengirimkan data lingkungan sekitar sehingga perangkat dapat menyesuaikan tingkat pendinginan atau pemanasan secara otomatis.
Meski terdengar menjanjikan, pengalaman menggunakan perangkat pendingin personal seperti ini tetap bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Sensasi dingin yang dirasakan belum tentu sama seperti yang tergambar dari angka spesifikasinya.
odel terbaru ini sudah mulai dipasarkan di sejumlah negara Asia seperti Singapura dengan harga sekitar SGD 349 atau setara Rp4,8 jutaan. Harga ini mirip dengan AC rumahan sungguhan. Menurut kalian, apakah harga tersebut worth-it untuk sebuah AC yang bisa dibawa kemana-mana?
















