OpenAI Tutup Browser AI Atlas, Fokus Bawa Fiturnya ke ChatGPT
OpenAI resmi menghentikan pengembangan Atlas, browser AI yang diperkenalkan pada Oktober lalu. Meski begitu, perusahaan tidak meninggalkan konsep AI untuk membantu aktivitas browsing, melainkan memindahkan fitur-fitur terbaik Atlas ke ChatGPT.
OpenAI Pindahkan Fungsi Browser Atlas ke ChatGPT
Salah satu pembaruan yang hadir adalah ekstensi ChatGPT untuk Google Chrome. Ekstensi ini dapat memahami isi halaman web yang sedang dibuka, menjawab pertanyaan, membuat ringkasan, hingga membantu menjalankan tugas tanpa perlu berpindah aplikasi.
Baca Juga: Ada Bug di Windows 11, Diam-Diam Makan Storage hingga 500GB • Jagat Review
Selain itu, aplikasi desktop ChatGPT kini dibekali browser yang lebih canggih. Pengguna bisa membuka situs, login ke akun, mengunduh file, dan berinteraksi dengan halaman web langsung dari dalam ChatGPT, sementara AI agent dapat menyelesaikan tugas melalui cloud browser yang berjalan di server OpenAI.
Keputusan ini diambil setelah OpenAI mengevaluasi arah pengembangan produknya. Alih-alih membuat browser baru untuk bersaing dengan Chrome, Edge, Comet, atau Dia, perusahaan memilih menjadikan kemampuan browsing AI sebagai fitur yang terintegrasi ke ChatGPT.
Menurut kalian, apakah AI yang menyatu dengan browser lebih menarik dibanding menggunakan browser AI khusus?












