Patuh Terhadap Aturan Uni Eropa, Google Wajib Transparan Soal Penggunaan AI

Reading time:
July 28, 2026
Google AI

Google melaporkan bahwa pihaknya telah menandatangani Kode Praktik Undang-Undang AI Uni Eropa tentang Transparansi Konten (EU AI Act Code of Practice on Transparency of AI-Generated Content) untuk mendukung peraturan penggunaan AI yang bertanggung jawab dan transparan terhadap konten AI yang dihasilkan di wilayah Eropa.

Kode Etik yang berdasarkan Undang-Undang AI Uni Eropa pasar 50 mewajibkan penyedia dan pengembang sistem AI generatif untuk menandai, mendeteksi, serta memberi label terhadap konten yang dihasilkan maupun dimanipulasi oleh AI.

Persyaratan transparansi konten AI ini juga mencakup:

  • Audio, gambar, video, dan teks yang dihasilkan oleh AI.
  • Konten yang dihasilkan atau dimanipulasi oleh AI, termasuk deepfake.
  • Publikasi teks tertentu yang dihasilkan oleh AI

Melansir Fonearena, Kode Praktik ini dikembangkan oleh para ahli independen melalui proses multi-pemangku kepentingan yang difasilitasi oleh kantor AI Eropa. Kode ini dibuat sebagai pedoman untuk para penyedia dan pengembang sistem AI generatif untuk melakukan penandaan, deteksi, dan pelabelan konten yang dibuat dengan AI generatif. Walau penandatanganan Kode Praktik ini bersifat sukarela, persyaratan transparansi berdasarkan pasal 50 Undang-Undang AI merupakan kewajiban hukum. Sehingga, melakukan penandatanganan Kode Praktik ini sejalan dengan kepatuhan terhadap persyaratan transparasi berdasar Undang-Undang AI Uni Eropa Pasal 50.

Pihak Google sendiri menyoroti upaya transparansi AI-nya, dengan:

  • Standar industri C2PA: mendukung upaya seputar asal-usul konten dan standar transparansi.
  • SynthID: teknologi penanda air digital milik Google yang akan membantu memahami bagaimana konten dibuat dan diedit.
  • Kolaborasi industri: bermitra dengan laboratorium AI pihak ketiga dan perusahaan teknologi.

Kewajiban Google untuk mematuhi transparansi konten AI ini akan dimulai pada 2 Agustus 2026.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…

Gaming

October 27, 2026 - 0

Nintendo Siapkan Restock Untuk Switch 2 Versi Zelda 40th Anniversary

Nintendo siapkan restock untuk Switch 2 versi Zelda 40th Anniversary…
October 26, 2026 - 0

Hitscan Luncurkan Mouse Gaming Hyperlight X dengan Switch Mekanik SPDT

Hitscan Hyperlight X tawarkan mouse gaming ringan dan switch SPDT…
October 26, 2026 - 0

Genshin Impact 7.2 Hour of Ruin Satukan 7 Nation di Teyvat

Genshin Impact Version 7.2 Hour of Ruin bawa konflik yang…
October 26, 2026 - 0

Shadow of the Tomb Raider Rilis Mendadak di Switch 2

Shadow of the Tomb Raider: Definitive Edition rilis mendadak di…