Apa Itu LLM? Ini Penjelasan dan Cara Kerjanya
Apa itu LLM? Pertanyaan ini kerap muncul ketika ada pembahasan mengenai chatbot populer, seperti ChatGPT, Gemini, hingga Claude. Layanan-layanan tersebut juga kerap disebut sebagai layanan Kecerdasan Buatan (AI). Sehingga banyak yang berpikir bahwa LLM itu sama dengan AI. Padahal, LLM adalah salah satu jenis model AI, bukan sinonim AI secara keseluruhan.
Kalau kalian masih bingung dengan konsep AI secara umum, kami sudah membahasnya di artikel Apa Itu AI.
Lantas, apa itu LLM? Simak terus artikel ini untuk mengetahui penjelasannya.
Apa itu LLM?

LLM merupakan kependekan dari Large Language Model, yakni model AI yang dibuat untuk memahami dan menghasilkan bahasa. Misalkan kalian menanyakan suatu hal, LLM akan memproses pertanyaan tersebut dan menghasilkan jawaban sesuai konteks.
Contoh pengaplikasian LLM sendiri ada banyak. Beberapa di antaranya adalah untuk menjawab pertanyaan, membuat teks (entah itu membuat jawaban esai, lirik lagu, bahkan naskah novel), merangkum sebuah materi, menerjemahkan sesuai konteks, hingga membuat coding.
Baca Juga: ChatGPT for Teens Resmi Hadir, Tak Langsung Kasih Jawaban Tugas
Kenapa Disebut Large Language Model?

Penjelasan untuk poin ini bisa jadi sangat teknis. Akan tetapi, mari kita bikin gampang saja agar kalian lebih mudah mengerti. Untuk itu, mari kita bedah satu per satu kata yang ada dari LLM:
- Large: Model AI yang satu ini menggunakan jumlah parameter dan data pelatihan yang sangat besar. Jumlah parameter pada LLM modern bahkan bisa mencapai miliaran hingga lebih.
- Language: Model AI ini dirancang untuk memproses bahasa manusia, seperti bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan sebagainya. Karena itu, LLM dapat digunakan untuk memahami pertanyaan dan menghasilkan teks dalam bahasa manusia. Kemampuan model AI modern juga sudah berkembang sehingga dapat bekerja dengan kode, gambar, hingga audio.
- Model: Sistem yang belajar pola dari data untuk menghasilkan output berdasarkan konteks yang diberikan.
Bagaimana Cara Kerja LLM?

Poin ini juga sebenarnya sangat teknis untuk dijelaskan. Untuk mempermudah, mari kita gunakan analogi. Anggap LLM seperti seseorang yang sudah membaca buku dalam jumlah sangat banyak dari sebuah perpustakaan raksasa. Nah, si LLM itu jadi sudah “berisi” sehingga bisa memprediksi token yang paling mungkin muncul berikutnya berdasarkan pola yang sudah dipelajari.
Secara sederhana, cara kerja LLM itu adalah teks → token → diproses model → prediksi → respons.
Kalau mau tahu sedikit tentang teknisnya, ada beberapa teknologi yang membuat LLM bisa bekerja:
- Transformer: arsitektur yang memproses hubungan antarbagian dalam sebuah kalimat sehingga konteksnya bisa lebih mudah dipahami.
- Attention: mekanisme dalam Transformer yang membantu menentukan bagian mana dari sebuah kalimat yang perlu lebih diperhatikan.
- Embedding: proses mengubah kata atau token menjadi representasi berupa angka agar bisa diproses oleh model.
- Matrix: berbagai operasi matematika yang digunakan model untuk mengolah angka dan hubungan antar-token.
Tidak perlu pusing dengan istilah-istilah tersebut. Yang penting, teknologi tersebut bekerja bersama-sama agar LLM bisa memproses input dan menghasilkan respons.
Apakah LLM Benar-Benar Memahami Bahasa?

Menariknya, terkadang kita merasa model LLM seperti benar-benar memahami bahasa atau percakapan. LLM memang bisa menghasilkan kalimat yang terlihat sangat memahami konteks. Akan tetapi, cara kerjanya berbeda dengan manusia.
Manusia menggunakan otak untuk memahami percakapan dan konteks pembicaraan. Nah, model LLM mengenali pola dan hubungan antar-token untuk menghasilkan respons. Karena itu, LLM juga bisa menghasilkan jawaban yang terdengar meyakinkan tetapi salah. Hal tersebut bisa terjadi ketika model menghasilkan prediksi yang kurang tepat.
Lantas, apakah AI bisa berbohong? Kami sudah membahasnya di artikel Apakah AI Bisa Berbohong berikut ini.
Baca Juga: Kerja Sama dengan OpenAI, Semua Karyawan Samsung Bakal Pakai ChatGPT!
Apa Contoh LLM?
Sekarang sudah tahu apa itu LLM. Lantas, apa saja contohnya?
Beberapa LLM yang populer antara lain:
- GPT — keluarga LLM yang dikembangkan OpenAI dan digunakan oleh ChatGPT.
- Gemini — keluarga model AI yang dikembangkan Google.
- Claude — keluarga model AI yang dikembangkan Anthropic.
- Llama — keluarga LLM yang dikembangkan Meta.
- Mistral — keluarga model AI yang dikembangkan Mistral AI.
Nah, ada sedikit hal yang sering bikin bingung. ChatGPT sebenarnya bukan nama LLM, melainkan layanan AI yang menggunakan LLM dari keluarga GPT. Jadi, gampangnya, GPT adalah modelnya, sedangkan ChatGPT adalah layanan yang menggunakan model tersebut. Kelima keluarga model tersebut dapat digunakan untuk berbagai tugas berbasis bahasa, meski kemampuan dan arsitektur masing-masing tentu berbeda.
Apa Bedanya LLM dengan AI?

Kalau masih bingung dengan perbedaan LLM dan AI, sebenarnya jawabannya sederhana. AI merupakan istilah yang jauh lebih luas, sementara LLM adalah salah satu jenis model AI.
Gampangnya begini, AI bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Misalnya, AI untuk mengenali wajah, mendeteksi objek dalam foto, memberikan rekomendasi film, hingga mengendarai kendaraan secara otomatis.
Sementara itu, LLM lebih fokus pada kemampuan yang berhubungan dengan bahasa. Model tersebut bisa digunakan untuk memahami pertanyaan, menghasilkan teks, menerjemahkan bahasa, merangkum materi, hingga membantu membuat kode.
Jadi, LLM adalah bagian dari dunia AI, bukan sesuatu yang terpisah dari AI. Kalau AI diibaratkan sebagai sebuah payung besar, LLM adalah salah satu bagian yang berada di bawah payung tersebut.
Kesimpulan
Jadi, apa itu LLM? LLM atau Large Language Model adalah model AI yang dirancang untuk memproses dan menghasilkan bahasa berdasarkan pola yang dipelajari dari data dalam jumlah besar.
LLM dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari menjawab pertanyaan, membuat teks, menerjemahkan bahasa, merangkum materi, hingga membantu membuat kode. Beberapa keluarga model yang populer antara lain GPT, Gemini, Claude, Llama, dan Mistral.
Namun, LLM bukan berarti AI secara keseluruhan. LLM hanyalah salah satu jenis model AI yang fokus pada bahasa. Tidak semua teknologi AI membutuhkan LLM karena ada banyak model lain yang dibuat untuk kebutuhan berbeda.
Jadi, kalau selama ini kalian mengira AI dan LLM adalah hal yang sama, sekarang sudah tahu kan perbedaannya?













