ChatGPT for Teens Resmi Hadir, Tak Langsung Kasih Jawaban Tugas
OpenAI baru saja meluncurkan ChatGPT for Teens atau ChatGPT untuk Remaja di layanan chatbot mereka. Layanan ini sendiri memiliki berbagai fitur yang dinilai ramah remaja, termasuk membantu belajar dan bahkan fitur bagi orang tua untuk melindungi sang anak.
Fitur “Remaja” Akan Otomatis Aktif
Layanan ini tersedia bagi remaja berusia 13 hingga 17 tahun. Pengguna pun tidak perlu mengaktifkan fitur tersebut. Sistem akan otomatis menyalakan fitur apabila sang anak sudah mengakui umur mereka saat mendaftar ke ChatGPT.
Bagaimana jika anak-anak tidak menyebutkan umur? Sebagai layanan AI, tentunya ChatGPT punya kemampuan untuk mendeteksi hal tersebut. Algoritma akan mendeteksi apabila si pengguna berusia di bawah 18 tahun dan fitur untuk remaja ini akan langsung bekerja. OpenAI memang menggunakan sistem prediksi usia untuk memperkirakan apakah pengguna berusia di bawah 18 tahun.
Baca Juga: ChatGPT Mulai Kehilangan Pengguna? Market Share Kurang dari 50% untuk Pertama Kalinya!
ChatGPT for Teens Bisa Bantu Remaja Belajar

ChatGPT sering kali menjadi jalan pintas bagi anak sekolah yang mengerjakan tugas. Menyadari kebiasaan tersebut, OpenAI menyertakan fitur bernama Study Mode dalam layanan ini.
Ketimbang memberikan jawaban langsung, Study Mode akan memberikan panduan berupa pertanyaan dan langkah-langkah untuk membantu remaja memahami materi dan mengerjakan soal. Jadi, remaja diharapkan bisa mengerti materi yang ada, tidak hanya sekadar copas jawaban dari ChatGPT.
Selain itu, ChatGPT for Teens juga bisa memberikan kuis atau pertanyaan. Tujuannya, remaja jadi bisa berlatih sebelum ujian atau keperluan akademis lainnya.
Menariknya lagi, orang tua dan remaja bisa mengaktifkan fitur Study Hours. Dengan fitur ini, mereka bisa menentukan waktu tertentu ketika Study Mode akan aktif secara default. Dengan begitu, remaja bisa lebih mudah membangun kebiasaan belajar secara rutin.
OpenAI mengeklaim Study Mode dilatih bersama guru, ilmuwan pembelajaran, hingga para ahli pedagogi. Tujuannya adalah memberikan pertanyaan dan materi yang dapat membantu remaja berkembang. OpenAI memang menekankan bahwa layanan AI miliknya seharusnya mendukung pembelajaran, bukan menjadi jalan pintas.
Perlindungan Lebih Ketat
ChatGPT untuk Remaja akan mengurangi konten yang dianggap belum sesuai dengan umur 13–17 tahun. Konten yang dimaksud termasuk konten yang dinilai berbahaya untuk perkembangan sang remaja, seperti kekerasan grafis, self-harm, tantangan viral berbahaya, hingga roleplay seksual atau romantis.
ChatGPT for Teens juga memperkenalkan fitur baru bernama Quiet Hours. Dengan pengaturan ini, orang tua dapat mengatur waktu ketika ChatGPT tidak bisa digunakan oleh akun remaja yang sudah terhubung.
Selain itu, orang tua juga bisa mendapatkan notifikasi apabila terjadi situasi berisiko tinggi. Salah satunya ketika sistem mendeteksi adanya indikasi self-harm dalam percakapan sang remaja.
Notifikasi juga bisa diberikan dalam kondisi tertentu ketika akun remaja dinonaktifkan karena melanggar kebijakan terkait ancaman atau tindakan kekerasan online. Meski begitu, orang tua tidak bisa begitu saja membaca seluruh percakapan anak mereka. OpenAI tetap menjaga privasi remaja, sementara informasi tertentu dapat diberikan kepada orang tua dalam situasi yang berkaitan dengan keselamatan.
Baca Juga: Kerja Sama dengan OpenAI, Semua Karyawan Samsung Bakal Pakai ChatGPT!
Bagaimana menurut kalian fitur ChatGPT for Teens ini?















