Apple Business Bawa Pengelolaan Bisnis ke Satu Platform, UMKM Pun Bisa Ikut Memanfaatkannya

Author
Irham
Reading time:
August 14, 2026

Jakarta, 13 Agustus 2026 – Bekerja menggunakan ekosistem Apple yaitu dengan perangkat seperti Mac, iPhone, dan iPad, mungkin sudah banyak dirasakan banyak pengguna dan terasa begitu seamless. Namun, dalam showcase yang digelar Apple Indonesia, terlihat bahwa perangkat tersebut sebenarnya bisa menjadi bagian dari sistem kerja bisnis yang lebih luas.

Apple Business

Ya, Apple memperkenalkan Apple Business, platform yang menyatukan berbagai kebutuhan bisnis mulai dari pengelolaan perangkat, akun, aplikasi, hingga kehadiran bisnis di Apple Maps. Dalam showcase ini, Apple tidak hanya menjelaskan produknya lewat presentasi. Para peserta diajak melihat langsung bagaimana ekosistem Apple digunakan melalui tiga sesi demo dengan skenario berbeda, yaitu Bakery Station, Fashion Station, dan Office Station. Dan semuanya terasa sangat seamless, tanpa ribet.

Menariknya, Apple disini  tidak melulu hanya menyasar perusahaan besar. Pelaku UMKM juga bisa memanfaatkan sejumlah fitur tersebut untuk menghemat waktu dan biaya, terutama ketika kebutuhan bisnis mulai bertambah tetapi belum memiliki tim IT atau kreatif sendiri.

Bakery Station

Sesi pertama mengambil konsep Bakery Station, yang fokus pada kebutuhan kreatif sebuah bisnis. Di sini Apple menunjukkan bagaimana Mac dapat digunakan untuk membuat berbagai materi mulai dari foto produk, video promosi, sampai konten media sosial menggunakan Apple Creator Studio.

IMG 20260813 110432339 HDR

Apple Creator Studio sendiri merupakan bundling aplikasi kreatif dan produktivitas dalam satu langganan. Isinya mencakup Final Cut Pro untuk editing video, Logic Pro untuk produksi musik dan audio, Pixelmator Pro untuk editing foto dan desain, Motion untuk motion graphics dan animasi, Compressor untuk encoding serta ekspor video, dan MainStage untuk kebutuhan musik live.

Tidak hanya aplikasi kreatif, pelanggan juga mendapatkan fitur premium di Keynote, Pages, Numbers, dan Freeform. Paket ini turut menyediakan akses ke Content Hub yang berisi foto, grafis, ilustrasi, template, serta berbagai materi kreatif yang bisa digunakan untuk membuat konten maupun kebutuhan bisnis.

IMG 20260813 111107198 HDR

Final Cut Pro misalnya dapat digunakan untuk mengolah video promosi atau konten media sosial, sedangkan Pixelmator Pro menyediakan fitur pengeditan foto dengan bantuan AI seperti penghapusan background dan object masking. Logic Pro dapat digunakan untuk membuat atau mengolah audio, sementara Motion dan Compressor melengkapi workflow produksi video ketika kebutuhan editing mulai lebih kompleks.

Untuk kebutuhan bisnis sehari-hari, Keynote bisa digunakan untuk membuat presentasi, Pages untuk dokumen, Numbers untuk spreadsheet, dan Freeform untuk brainstorming atau menyusun ide secara visual. Beberapa aplikasi tersebut sebenarnya tetap dapat digunakan secara gratis, tetapi pelanggan Creator Studio mendapatkan akses ke fitur premium, template, konten, serta kemampuan AI tambahan.

Harga Apple Creator Studio juga cukup menarik untuk pelaku usaha kecil. Layanan ini dibanderol Rp99.000 per bulan atau Rp990.000 per tahun, dengan satu bulan gratis untuk pelanggan baru.

Dengan biaya tersebut, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan satu aplikasi editing video atau foto. Mereka mendapatkan satu paket yang mencakup kebutuhan produksi konten, audio, desain, presentasi, dokumen, spreadsheet, hingga berbagai aset kreatif.

Office Station

Untuk sesi Office Station, Apple memperlihatkan bagaimana Mac dapat membantu pekerjaan sehari-hari menjadi lebih terorganisir. Salah satunya melalui Focus Modes dan Stage Manager yang membantu membatasi notifikasi sekaligus mengatur aplikasi dan jendela berdasarkan pekerjaan yang sedang dilakukan.

Ada juga Shortcuts untuk mengotomatisasi pekerjaan berulang dengan satu perintah. Kita bisa membuat shorcut berdasarkan personalisasi kita sendiri, dengan berbagai trigger. Misalnya, saat tiba di kantor, terkoneksi WiFi kantor, Macbook bisa secara otomatis langsung mengaktifkan mode mute, menon-aktifkan notifiksi, dan membukan apliksi-aplikasi kerja yang biasa dipakai.

Fitur Spotlight yang tidak sekadar mencari file tetapi juga bisa menjalankan berbagai tindakan dengan cepat. Apple turut menunjukkan kemampuan AI yang diproses langsung di perangkat, sehingga model AI tertentu dapat berjalan di Mac tanpa harus mengirim data ke cloud.

Untuk kebutuhan meeting, fitur kamera seperti Edge Light, Centre Stage, dan Desk View juga diperlihatkan. Fitur-fitur tersebut membantu menyesuaikan pencahayaan, menjaga posisi pengguna tetap berada di tengah frame, hingga menampilkan tampilan meja dari atas ketika sedang melakukan presentasi produk atau pekerjaan.

Fashion Station

Berikutnya ada Fashion Station, yang memperlihatkan bagaimana perangkat Apple dapat bekerja sebagai satu ekosistem. Melalui Continuity, pengguna bisa menyalin teks dari iPhone lalu menempelkannya di Mac, melanjutkan pekerjaan menggunakan Handoff, melakukan iPhone Mirroring, hingga menggunakan kamera iPhone sebagai webcam Mac.

Semuanya benar-benar terasa seamless, layaknya menggunaan satu device saja, meskipun sebenarnya menggunakan tiga perangkat sekaligus yaitu Mac, iPad dan iPhone. Untuk merasakan experience Continuity ini, tentunya dibutuhkan satu Apple ID yang sama, supaya bisa memberikan authorize ke setiap perangkat sebagai satu ekosistem kerja.

Tapi sebenarnya pengguna bisa mendaftarkan perangkat lain, dengan Apple ID yang berbeda, dengan cara lain. Disinilah Apple memperkenalkan layanan Apple Business.

Apa Itu Apple Business?

Apple Business memang dirancang sebagai satu tempat untuk mengelola perangkat dan akun perusahaan, mendistribusikan aplikasi, mengatur keamanan, hingga membantu bisnis menjangkau pelanggan.

Apple Business memiliki fitur Built-in Device Management yang memungkinkan perusahaan membuat konfigurasi perangkat menggunakan Blueprints. Dengan begitu, ketika ada karyawan baru, perangkat yang diberikan bisa langsung dikonfigurasi dengan aplikasi dan pengaturan yang dibutuhkan melalui zero-touch deployment.

Tidak berhenti di pengelolaan perangkat, Apple Business juga menyediakan email menggunakan domain perusahaan, kalender, direktori karyawan, serta penyimpanan iCloud. Setiap pengguna mendapatkan penyimpanan 5GB secara gratis, sementara kapasitas lebih besar tersedia sebagai opsi tambahan.

Untuk sisi pemasaran, bisnis juga dapat mengelola kehadirannya di Apple Maps, termasuk informasi lokasi, logo, jam operasional, foto, dan detail bisnis lainnya. Apple juga menyediakan fitur Custom Actions agar pelanggan bisa melakukan tindakan tertentu seperti membuat reservasi atau menjadwalkan janji temu.

Berapa Harga Layanan Apple Business?

Yang membuat Apple Business juga sangat menarik untuk bisnis kecil adalah model dasarnya. Apple Business tersedia sebagai layanan GRATIS, sehingga pelaku usaha tidak harus langsung mengeluarkan biaya berlangganan untuk mendapatkan fungsi dasar pengelolaan bisnis tersebut.

Artinya, bisnis kecil yang baru memiliki beberapa perangkat Apple pun sudah bisa mulai memanfaatkan sistem pengelolaan tersebut. Ketika kebutuhan bertambah, tersedia opsi tambahan seperti kapasitas iCloud yang lebih besar dan AppleCare+ for Business.

Bagi perusahaan besar, pendekatan seperti ini bisa membantu menyederhanakan pengelolaan banyak perangkat dan karyawan. Sementara bagi UMKM, kombinasi Apple Business yang gratis dan Apple Creator Studio mulai dari Rp99.000 per bulan membuat sejumlah kebutuhan bisnis seperti administrasi perangkat dan produksi konten bisa dilakukan tanpa harus membangun sistem yang terlalu rumit sejak awal.

Jadi, kalau selama ini Apple identik dengan perangkat premium, showcase ini memberikan perspektif yang sedikit berbeda. Pertanyaannya sekarang, apakah solusi seperti Apple Business dan Creator Studio cukup menarik bagi pelaku UMKM di Indonesia untuk mulai membangun workflow bisnis berbasis ekosistem Apple? Yang jelas, semua pengalaman itu baru bisa dirasakan kalau pakai Apple Device ya!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

“Laptop Premium Idaman” itu harusnya kaya gini nih! Desainnya cantik,…
July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…

Gaming

August 14, 2026 - 0

Harga AMD Radeon RX 9000 Series Resmi Naik Hingga 20 Persen

Harga kartu grafis AMD Radeon RX 9000 series resmi naik…
August 14, 2026 - 0

Steam Machine Dipasangi eGPU RX 9070 XT, Crimson Desert Tembus 100 FPS

Modder memasang Radeon RX 9070 XT sebagai eGPU pada Steam…
August 14, 2026 - 0

Razer Luncurkan Naga V3 Pro Dengan Segudang Kustomisasi Tombol

Razer Naga V3 Pro hadir dengan 23 tombol, sensor 50.000…
August 13, 2026 - 0

Gigabyte Hadirkan Jajaran GPU Kelas Atas AORUS RTX 50 INFINITY Series

Gigabyte resmi merilis AORUS RTX 50 INFINITY Series untuk gamer…