Banyak Penipuan Digital Berawal dari Password Lemah, Saatnya Ganti Password
Penipuan digital sekarang semakin sulit dikenali. OJK mencatat Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 1.379 laporan penipuan keuangan yang terindikasi memanfaatkan AI sejak mulai beroperasi pada November 2024 hingga akhir Juni 2026.

Pelaku memanfaatkan berbagai teknologi seperti deepfake, kloning suara, hingga pemalsuan identitas untuk membuat penipuan terlihat meyakinkan. Karena itu, selain lebih waspada terhadap modus yang beredar, keamanan akun digital juga perlu diperkuat.
Salah satu cara paling sederhana adalah mulai mengganti password dengan kombinasi yang lebih kuat dan berbeda untuk setiap akun. Password menjadi salah satu lapisan awal yang melindungi akun dari akses pihak lain, tetapi masih banyak pengguna yang memakai password mudah ditebak atau menggunakan password yang sama di banyak layanan.
Jangan Gunakan Password yang Mudah Ditebak
Password yang kuat sebaiknya menggabungkan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Informasi pribadi seperti nama atau tanggal lahir juga sebaiknya tidak digunakan karena relatif mudah ditemukan atau ditebak.

Untuk membuat password yang tetap mudah diingat, pengguna bisa memanfaatkan teknik mnemonic atau membuat frasa unik yang hanya dipahami sendiri. Cara ini dapat membantu ketika harus mengelola banyak password tanpa menggunakan kombinasi yang sama untuk semua akun.
Password juga sebaiknya dibuat cukup panjang dan kompleks. Kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, serta simbol bisa digunakan selama tetap mengikuti aturan password yang ditetapkan masing-masing platform.
Hindari pula password seperti 123456, password, atau admin. Kombinasi semacam ini memang mudah diingat, tetapi juga termasuk yang mudah ditebak sehingga lebih rentan dibobol.
Pengguna juga bisa memodifikasi huruf tertentu menjadi angka atau simbol yang mirip, misalnya a menjadi 4, e menjadi 3, atau i menjadi 1. Selain itu, buat variasi password untuk setiap akun agar jika satu akun berhasil dibobol, akun lainnya tidak ikut terancam.
Edukasi Keamanan Digital Tetap Penting
Mengganti password bukan satu-satunya langkah untuk menghadapi penipuan digital. Masyarakat juga perlu terus mendapatkan edukasi agar lebih mudah mengenali berbagai modus penipuan yang semakin berkembang.
Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pengguna. Pemerintah dan pelaku industri juga memiliki peran dalam memberikan edukasi keamanan digital secara konsisten.
Di sektor e-commerce, Shopee disebut rutin memberikan edukasi melalui Buku AMAN atau Antisipasi Modus Penipuan AMAN Mengatasnamakan Shopee. Panduan ini dibuat untuk membantu masyarakat mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan online, serta menjadi bagian dari kampanye #TakKenalMakaTakAman.

















