Direct Release: 250.000 Serangan Ransomware dan Serangan Lainnya Berhasil Diblokir Kaspersky di Asia Pasifik Selama Paruh Pertama Tahun 2026

Reading time:
August 13, 2026
250.000 Serangan Ransomware dan Serangan Lainnya Berhasil Diblokir Kaspersky di Asia Pasifik Selama Paruh Pertama Tahun 2026

13 Agustus, 2026

Para pelaku ancaman sangat aktif selama paruh pertama (H1) tahun 2026, melancarkan berbagai serangan terhadap perusahaan dan individu di kawasan Asia Pasifik. Data terbaru dari Kaspersky menunjukkan sedikit peningkatan pada backdoor, lebih dari 2 juta serangan pencuri kata sandi (password stealer), dan seperempat juta serangan ransomware berhasil digagalkan di kawasan tersebut dari bulan Januari hingga Juni. Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky juga memperingatkan adanya peningkatan serangan terhadap rantai pasok secara global.

Lanskap ancaman siber di seluruh wilayah Asia Pasifik tetap sangat aktif pada paruh pertama tahun 2026, di mana Kaspersky mendeteksi dan memblokir 75 juta serangan yang berasal dari sumber daring. Temuan tersebut juga mengungkapkan bahwa 3,4 juta serangan backdoor, kemudian 2,4 juta serangan pencuri kata sandi, dan 250.000 insiden ransomware berhasil dicegah selama periode enam bulan pertama tahun ini. Data ini diperoleh dari Kaspersky Security Network (KSN) yang dianalisis oleh Kaspersky GReAT.

“Meskipun kami mengamati sedikit penurunan pada beberapa kategori serangan selama paruh pertama tahun 2026, hal ini tidak boleh disalahartikan sebagai melemahnya lanskap ancaman di kawasan ini. Kami juga memantau bahwa para pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi pengintaian, mempercepat pengembangan malware, dan meningkatkan skala serangan, sehingga serangan menjadi lebih cepat dan adaptif,” ujar Sergey Lozhkin, Kepala unit riset Asia Pasifik dan Timur Tengah, Turki dan Afrika (META) di Kaspersky GReAT.

Secara global, untuk tahun 2025, tiga kategori teratas insiden keamanan dengan tingkat keparahan tinggi meliputi Advanced Persistent Threats (APT) (24%), rekayasa sosial (15%), dan malware (12%).

APT adalah kampanye siber terarah yang sangat canggih, di mana penyerang memperoleh akses tidak sah ke jaringan dan mempertahankan keberadaan secara diam-diam dalam jangka waktu yang lama. Operasi ini biasanya dilakukan untuk memfasilitasi spionase siber, mencuri informasi sensitif, atau mencapai tujuan strategis jangka panjang. Tim GReAT Kaspersky memantau lebih dari 900 kelompok APT di seluruh dunia.

Terkait lanskap APT global, lima dari 12 negara yang paling sering menjadi target berada di kawasan Asia Pasifik: China, India, Myanmar, Pakistan, dan Vietnam. 

“Posisi Asia Pasifik sebagai pemimpin global dalam transformasi digital dan bahkan dalam adopsi agen AI, ditambah dengan lingkungan geopolitiknya yang kompleks, menjadikannya target bernilai tinggi bagi pelaku ancaman di balik serangan APT paling canggih. Ini menegaskan pentingnya nilai strategis dari threat intelligence berkelanjutan, pertahanan siber tangguh, serta kerja sama regional yang lebih kuat,” tambah Lozhkin.

Rantai pasokan global dalam bahaya

Sebuah studi terbaru dari Kaspersky menemukan bahwa serangan rantai pasokan telah menjadi salah satu ancaman siber paling umum yang dihadapi bisnis di seluruh dunia, di mana hampir satu dari tiga organisasi mengalami insiden terkait rantai pasokan selama setahun terakhir. China termasuk di antara negara dengan tingkat risiko tertinggi, dengan 40% bisnis melaporkan adanya risiko rantai pasokan.

Dalam satu insiden, penyerang menyusup ke infrastruktur pembaruan antivirus eScan dan menggunakan server pembaruan tepercaya tersebut untuk menyebarkan malware kepada pelanggan. Dengan menyalahgunakan perangkat lunak yang sah, penyerang mengubah produk keamanan menjadi sarana penyebaran infeksi; hal ini menyoroti meningkatnya risiko akibat penyusupan pada rantai pasokan perangkat lunak. eScan adalah perangkat lunak antivirus dan keamanan titik akhir yang dikembangkan oleh Microworld Technologies, sebuah perusahaan keamanan siber asal India yang berkantor pusat di Mumbai.

Kasus penting lainnya melibatkan Notepad++, di mana sebuah penginstal berbahaya menyebarkan Trojan backdoor yang memungkinkan penyerang mempertahankan akses ke sistem yang terdampak selama berbulan-bulan. Insiden ini menunjukkan bagaimana pelaku ancaman terus memanfaatkan aplikasi tepercaya untuk menyusup ke lingkungan perusahaan sembari menghindari deteksi.

Notepad++ adalah penyunting teks dan kode sumber gratis serta open-source untuk Windows. Aplikasi ini banyak digunakan oleh pengembang perangkat lunak, administrator sistem, profesional TI, dan pengguna tingkat lanjut untuk menulis serta menyunting kode, skrip, berkas konfigurasi, dan teks biasa.

Menurut Kaspersky GReAT, serangan rantai pasokan aktif yang menargetkan situs web resmi Daemon Tools juga telah berlangsung sejak April 2026. Daemon Tools adalah perangkat lunak untuk emulasi drive virtual pada Windows.

Dengan menyertakan malware bersama perangkat lunak yang sah, penyerang mampu menyusup ke perangkat yang terinfeksi dari jarak jauh. Kampanye ini telah berdampak pada lebih dari 2.000 korban di lebih dari 100 negara dan wilayah, dengan konsentrasi terbesar di Rusia, Brasil, Turki, Spanyol, Jerman, Prancis, Italia, dan China.

Sejauh ini, serangan rantai pasokan yang paling menyita perhatian melibatkan Axios, salah satu pustaka klien HTTP JavaScript yang paling banyak digunakan, dengan lebih dari 100 juta unduhan mingguan di npm. Pada Maret 2026, penyerang menyusup ke akun npm milik pengelola utama Axios dan menggunakannya untuk mempublikasikan versi berbahaya dari paket tersebut.

Selama analisis Kaspersky GReAT terhadap serangan rantai pasokan Axios, para peneliti menemukan adanya kemiripan teknis dengan dua kampanye BlueNoroff yang sebelumnya telah Kaspersky dokumentasikan: GhostCall dan GhostHire. BlueNoroff adalah sub-kelompok Lazarus Group yang bermotif finansial, yang dikenal karena menargetkan lembaga keuangan dan platform aset kripto. Kelompok ini memiliki rekam jejak panjang dalam melancarkan serangan canggih untuk mencuri dana, sering kali dengan memanfaatkan rekayasa sosial dan malware yang dibuat khusus.

GhostCall dan GhostHire adalah dua kampanye BlueNoroff yang menargetkan individu bernilai tinggi di industri kripto. Sementara GhostCall menggunakan rekayasa sosial yang canggih untuk menyasar para eksekutif, GhostHire menyamarkan malware sebagai peluang kerja dan tes pemrograman yang ditujukan bagi pengembang blockchain.

Kemiripan di antara keduanya mencakup penggunaan kerangka kerja serangan lintas platform yang menyasar Windows, macOS, dan Linux; alur eksekusi Windows yang serupa; penggunaan infrastruktur yang berulang; serta artefak malware yang khas, seperti nama modul “webT”.

“Kami melihat peningkatan volume ancaman yang menargetkan perangkat lunak sumber terbuka (open-source). Pada tahun 2025, kami mendeteksi 19.484 paket berbahaya—meningkat 37% dari 14.197 paket pada tahun 2024—sementara deteksi hacktool naik 11% dari tahun ke tahun, dari 2.966 menjadi 3.302. Temuan ini menegaskan pentingnya bagi organisasi untuk memperkuat keamanan rantai pasok perangkat lunak, mengingat komponen sumber terbuka kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aplikasi modern,” jelas Lozhkin.

Seiring dengan meningkatnya skala dan kecanggihan serangan rantai pasok, Kaspersky memperkuat fokusnya dalam mengamankan ekosistem perangkat lunak sumber terbuka. Layanan Open-Source Software Threats Data Feed dari perusahaan ini menyediakan informasi yang dapat ditindaklanjuti oleh organisasi mengenai kerentanan (CVE), paket berbahaya dan yang telah disusupi, serta riskware dan perangkat peretasan, sehingga membantu tim keamanan mengidentifikasi ancaman sejak dini dalam siklus hidup pengembangan perangkat lunak.

Agar tetap terlindungi dari serangan siber yang canggih, organisasi di wilayah Asia Pasifik disarankan untuk mengikuti praktik-praktik terbaik berikut:

  • Untuk melindungi perusahaan dari berbagai ancaman, gunakan solusi dari lini produk Kaspersky Next yang menawarkan perlindungan waktu nyata, visibilitas ancaman, serta kemampuan investigasi dan respons EDR dan XDR bagi organisasi dari berbagai skala dan industri. Bergantung pada kebutuhan saat ini dan sumber daya yang tersedia, Anda dapat memilih tingkat produk yang paling relevan dan beralih ke tingkat lain dengan mudah jika kebutuhan keamanan siber Anda berubah. 
  • Mengadopsi layanan keamanan terkelola dari Kaspersky, seperti Compromise Assessment, Managed Detection and Response (MDR), dan/atau Incident Response, yang mencakup seluruh siklus manajemen insiden—mulai dari identifikasi ancaman hingga perlindungan berkelanjutan dan remediasi. Layanan-layanan ini membantu melindungi dari serangan siber yang sulit dideteksi, menyelidiki insiden, dan memberikan keahlian tambahan meskipun perusahaan tidak memiliki tenaga kerja keamanan siber yang memadai.
  • Berikan visibilitas mendalam mengenai ancaman siber yang menargetkan organisasi Anda kepada para profesional keamanan informasi (InfoSec) Anda. Kaspersky Threat Intelligence terkini akan menyajikan konteks yang kaya dan bermakna di sepanjang siklus manajemen insiden, serta membantu mereka mengidentifikasi risiko siber secara tepat waktu.
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

“Laptop Premium Idaman” itu harusnya kaya gini nih! Desainnya cantik,…
July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…

Gaming

August 13, 2026 - 0

Update SteamOS Tambahkan Support Untuk Steam Frame Wireless Adapter

SteamOS beta update berikan support untuk wireless adapter milik Steam…
August 13, 2026 - 0

Commodore Hidupkan Lagi Joystick Klasik Legendaris TAC-2

Commodore menghidupkan kembali joystick legendaris Suncom TAC-2 dengan desain klasik…
August 13, 2026 - 0

Harga NVIDIA RTX 5060 Ti 16GB Naik Tajam, Kini Nyaris $805

Harga NVIDIA RTX 5060 Ti 16GB kini mencapai US$805, naik…
August 13, 2026 - 0

Stop Killing Games Ikut Gugat Sony Terkait Penghentian Disc

Stop Killing Games mendukung gugatan terhadap Sony di Belanda, terkait…