Direct Release: Fortinet Perluas FortiGate G Series dengan FortiGate 1200G dan FortiSASE Outpost untuk Memperkuat Konvergensi Firewall dan SASE

13 Agustus 2026 – JAKARTA, Indonesia – Fortinet® (NASDAQ: FTNT), pemimpin global dalam keamanan siber yang mendorong konvergensi jaringan dan keamanan, hari ini mengumumkan seri FortiGate 1200G, tambahan terbaru dalam FortiGate G Series yang dilengkapi FortiSASE Outpost untuk menghadirkan layanan keamanan berbasis cloud ke lingkungan yang dikendalikan pelanggan. Dengan menggabungkan perlindungan terhadap ancaman berkinerja tinggi, konektivitas modern, keamanan platform berbasis perangkat keras, serta kapabilitas keamanan berbasis cloud, solusi ini memberikan fleksibilitas bagi organisasi untuk menerapkan keamanan di lokasi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Baik di lingkungan on-premises, edge, maupun cloud, tim keamanan dapat mempertahankan perlindungan yang konsisten, kinerja tinggi, dan operasional yang lebih sederhana di seluruh lingkungan hibrida.
“Konvergensi teknologi firewall dan SASE menciptakan pasar baru berupa firewall SASE yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia hibrida saat ini. Fortinet telah mengantisipasi perubahan ini dengan membangun FortiGate dan FortiSASE di atas FortiOS serta berinvestasi dalam teknologi ASIC proprietary yang sejak awal dirancang untuk menghadirkan keamanan dan kinerja dalam skala besar. FortiGate 1200G dengan kapabilitas FortiSASE Outpost semakin memperkuat visi tersebut dengan menggabungkan penegakan keamanan secara lokal dan keamanan berbasis cloud untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang terkait kedaulatan data, kinerja, dan infrastruktur AI.”
– Ken Xie, Founder, Chairman of the Board, and CEO, Fortinet
Seri FortiGate 1200G: Keamanan Berkinerja Tinggi untuk Infrastruktur AI
Seiring adopsi AI, lalu lintas terenkripsi, dan infrastruktur hibrida yang mengubah jaringan perusahaan, organisasi perlu memeriksa volume lalu lintas yang terus meningkat tanpa menimbulkan hambatan terhadap kinerja. Pada saat yang sama, organisasi membutuhkan fleksibilitas untuk menentukan lokasi penerapan kontrol keamanan berdasarkan kinerja aplikasi, kedaulatan data, kepatuhan, dan kebutuhan operasional.
Didukung arsitektur FortiASIC terbaru dari Fortinet, seri FortiGate 1200G mempercepat pemrosesan jaringan dan keamanan untuk menghadirkan perlindungan dengan latensi rendah yang konsisten bagi lingkungan perusahaan dan pusat data yang memiliki tuntutan tinggi. Konektivitas fleksibel 10G, 25G, dan 100G membantu organisasi memodernisasi infrastrukturnya, sementara perlindungan berbasis perangkat keras memperkuat integritas dan ketahanan FortiGate 1200G.
Keunggulan utama FortiGate 1200G meliputi:
- Menjaga kinerja aplikasi: Inspeksi dengan latensi rendah yang konsisten dan didukung FortiASIC memungkinkan organisasi mengamankan lalu lintas terenkripsi dan berbasis AI tanpa mengorbankan kinerja aplikasi.
- Memodernisasi infrastruktur sekaligus mempersiapkan ruang untuk pertumbuhan: Konektivitas yang fleksibel mendukung lingkungan jaringan kampus, pusat data, dan hibrida sekaligus menyediakan kapasitas yang memadai untuk pertumbuhan kebutuhan berbasis AI di masa depan.
- Meningkatkan ketahanan operasional: Perlindungan berbasis perangkat keras, penyimpanan kredensial yang aman, dan redundansi bawaan memperkuat integritas platform serta meningkatkan kesinambungan bisnis.
- Mengurangi kompleksitas operasional: FortiOS mengonsolidasikan fungsi jaringan dan keamanan sekaligus memungkinkan pengelolaan kebijakan yang konsisten di seluruh perangkat dan layanan berbasis cloud.
Ketika dikonfigurasi sebagai FortiSASE Outpost, FortiGate 1200G dapat berfungsi sebagai point of presence (POP) SASE lokal berkinerja tinggi, sehingga memberikan opsi tambahan bagi organisasi dalam menentukan lokasi inspeksi dan penegakan keamanan.
|
Spesifikasi |
FortiGate 1200G Series |
Security Compute Rating |
Rata-rata Pesaing |
PAN PA-5410 |
Cisco Firepower 4115 |
Check Point Quantum 9800 |
Juniper SRX 2300 |
|
Firewall Throughput (Gbps) |
397.0 |
4.5x |
89.1 |
52.4 |
80.0 |
185.0 |
39.0 |
|
IPsec VPN Throughput (Gbps) |
102.0 |
2.8x |
36.5 |
20.0 |
15.0 |
75.0 |
36.0 |
|
Threat Protection (Gbps) |
40.0 |
1.8x |
22.0 |
35.0 |
|
25.0 |
6.0 |
|
Concurrent Sessions |
40M |
3.0x |
13.5M |
5M |
15M |
29M |
5M |
|
Connections Per Second |
1M |
2.4x |
411K |
270K |
210K |
715K |
450K |
|
Konsumsi Daya |
FortiGate 1200G Series |
Efisiensi Energi |
Rata-rata Pesaing |
PAN PA-5410 |
Cisco Firepower 4115 |
Check Point Quantum 9800 |
Juniper SRX 2300 |
|
Watts/Gbps Firewall Throughput |
1.9 |
5.6x |
10.5 |
14.6 |
13.8 |
2.1 |
11.5 |
|
Watts/Gbps IPsec VPN Throughput |
7.3 |
4.4x |
32.4 |
38.0 |
73.3 |
5.6 |
12.5 |
- Kinerja dalam perlindungan terhadap ancaman diukur dengan mengaktifkan fungsi firewall, IPS, kontrol aplikasi, perlindungan malware, dan pencatatan log.
- Angka untuk solusi kompetitor didasarkan pada sumber yang tersedia untuk publik. Perbedaan metodologi pengujian dan metrik kinerja dapat berbeda di antara vendor.
- Seluruh angka konsumsi daya diambil dari lembar data eksternal dan panduan sistem perangkat keras dengan menggunakan konsumsi daya maksimum.
Para analis industri menilai arsitektur firewall dan SASE yang terkonvergensi semakin penting bagi organisasi yang mempersiapkan jaringan mereka untuk menghadapi tuntutan berbasis AI.
“Platform SASE dan firewall yang terkonvergensi memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan diri dengan arsitektur jaringan yang dinamis dan dipercepat AI, alih-alih menjadi bagian dari utang teknis (technical debt) tahun depan. Pembeli yang menilai platform hanya berdasarkan seberapa baik platform tersebut sesuai dengan lingkungan saat ini, bukan seberapa efektif platform tersebut dapat beradaptasi dengan kebutuhan masa depan, pada dasarnya sudah tertinggal.”
– Pete Finalle, Research Manager, IDC
FortiSASE Outpost: Keamanan Berdaulat di Lingkungan Edge
Organisasi semakin membutuhkan fleksibilitas untuk menentukan lokasi inspeksi dan penegakan keamanan berdasarkan kebutuhan bisnis, kinerja, kedaulatan data, dan kepatuhan. Lalu lintas dapat diarahkan melalui PoP SASE berbasis cloud, sementara lalu lintas yang sensitif terhadap data atau membutuhkan latensi rendah dapat diproses secara lokal melalui FortiSASE Outpost yang berjalan pada FortiGate di lingkungan yang dikendalikan pelanggan.
Ketika dikonfigurasi sebagai FortiSASE Outpost, FortiGate berfungsi sebagai PoP SASE lokal yang dipercepat ASIC, menghadirkan inspeksi keamanan, penegakan kebijakan, dan kontrol akses yang lebih dekat dengan pengguna dan data. Organisasi dapat menempatkan PoP lokal secara strategis di dekat konsentrasi pengguna yang besar di wilayah yang tidak memiliki PoP cloud di dekatnya. Pendekatan ini membantu mengurangi latensi, mempertahankan kinerja aplikasi, dan menekan biaya bandwidth.
Arsitektur Fortinet yang menjadi pembeda ini memungkinkan organisasi menggunakan PoP yang dioperasikan Fortinet, PoP lokal, atau kombinasi keduanya. Antarmuka FortiSASE mengelola konfigurasi, kebijakan, pemantauan, operasional siklus hidup, dan pembaruan secara terpusat di kedua model penerapan tersebut. Dengan demikian, organisasi dapat mempertahankan kebijakan zero trust, visibilitas, dan perlindungan yang konsisten tanpa harus memperlakukan PoP lokal sebagai lingkungan keamanan yang terpisah.
Organisasi juga dapat mempertahankan lalu lintas, log, dan pemrosesan tertentu di dalam batas geografis atau infrastruktur privat yang telah ditentukan untuk memenuhi persyaratan regulasi dan mengurangi biaya konektivitas tanpa mengubah pengalaman pengguna akhir.
Melindungi Setiap Pengguna tanpa Mengorbankan Kinerja atau Kontrol
Di mana pun penegakan keamanan dilakukan, pengguna mendapatkan pengalaman akses yang konsisten, sementara organisasi tetap mempertahankan kebijakan keamanan, visibilitas, dan kontrol zero trust yang sama. Hal ini memungkinkan tim keamanan mempertahankan lalu lintas, pemrosesan, dan log tertentu di dalam batas geografis, yurisdiksi, atau infrastruktur privat tertentu tanpa harus membangun arsitektur keamanan terpisah atau mengubah cara pengguna terhubung ke aplikasi.
Fleksibilitas penerapan ini sangat penting bagi lingkungan berbasis AI. Agen, aplikasi, dan perangkat yang terhubung menghasilkan volume lalu lintas east-west yang terus meningkat, yang mungkin tidak perlu diarahkan melalui PoP cloud dan kembali lagi. Dengan menggunakan FortiGate sebagai titik penegakan keamanan lokal berkinerja tinggi, organisasi dapat melakukan inspeksi lalu lintas tersebut lebih dekat dengan pengguna. Hal ini membantu mengurangi latensi, mempertahankan kinerja aplikasi, dan menjaga kontrol atas informasi sensitif.
Dibangun di atas FortiOS, FortiGate dan FortiSASE berbagi kebijakan, intelijen ancaman, konteks keamanan, serta keputusan zero trust di seluruh lingkungan lokal dan berbasis cloud. FortiGuard AI-Powered Security Services menyediakan intelijen real-time dan perlindungan otomatis pada kedua model penerapan, sementara FortiAI membantu tim keamanan menyelidiki dan merespons ancaman dengan lebih cepat tanpa menambah kompleksitas operasional.
Para analis juga menyoroti kebutuhan akan arsitektur yang memungkinkan organisasi menentukan lokasi penegakan keamanan tanpa memecah kebijakan, operasional, maupun pengalaman pengguna.
“Organisasi seharusnya tidak perlu memilih antara skalabilitas keamanan berbasis cloud dan kinerja, kontrol, atau kedaulatan yang ditawarkan oleh penegakan keamanan on-premises. Konvergensi kedua model ini menciptakan pasar firewall SASE baru yang signifikan. Fortinet berada pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan pergeseran ini, dengan memungkinkan pelanggan menerapkan keamanan melalui FortiSASE berbasis cloud atau secara lokal menggunakan FortiGate 1200G dan FortiSASE Outpost, sesuai kebutuhan bisnis mereka, sembari mempertahankan kebijakan, visibilitas, dan pengalaman pengguna yang konsisten.”
– Will Townsend, Chief Analyst, LoneStar Advisory and Research
Ketersediaan
FortiGate 1200G diperkirakan tersedia pada Q3 2026. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi situs Fortinet.















