Direct Release: Huawei Tingkatkan Kemampuan Xinghe AI Fabric 2.0 untuk Membangun Jaringan Pusat Data Asia Pasifik Ultra-Tangguh
[Bali, Indonesia, 24 Agustus 2026] Sebagai bagian dari rangkaian Huawei Network Summit 2026 (HNS 2026) Asia Pacific yang diselenggarakan di Bali baru-baru ini, Huawei menggelar diskusi meja bundar bertema “Berlandaskan Ketahanan, Ditempa oleh Kecerdasan — Membangun Jaringan Pusat Data Ultra-Tangguh di Asia Pasifik“. Dalam konferensi tingkat tinggi tersebut, Huawei juga mengumumkan peningkatan pada solusi Xinghe AI Fabric 2.0 untuk pasar Asia Pasifik. Peningkatan ini meliputi aspek kecerdasan, kinerja, dan keandalan, dengan tujuan mendukung industri pusat data dalam membangun jaringan pusat data yang tangguh dan efisien dalam komputasi.
Memelopori Transformasi Digital di Asia Pasifik

Colin Cui, Director of Huawei Asia Pacific Enterprise Finance Account Dept.
Dalam sambutannya, Colin Cui, Director of Huawei Asia Pacific Enterprise Finance Account Dept., menyoroti posisi unggul kawasan Asia-Pasifik dalam laju revolusi AI. Untuk memenuhi kebutuhan komputasi dan konektivitas AI yang masif di kawasan ini, Huawei meluncurkan Xinghe AI Fabric 2.0. Solusi ini menampilkan pendekatan ganda: NET4AI untuk mempercepat pelatihan dan inferensi AI, dan AI4NET untuk mengotomatiskan manajemen jaringan.
Xinghe AI Fabric 2.0 dari Huawei telah digunakan oleh pemain industri terdepan di Asia Pasifik, seperti DANA dari Indonesia dan CJ Group dari Korea Selatan. Ke depan, Huawei bertujuan untuk bekerja sama dengan lebih banyak mitra industri guna mendorong transformasi digital dan membuka peluang AI baru di seluruh kawasan Asia Pasifik.
Beradaptasi dengan Era AI

Johnny Cheng, Vice President, Data Center Network Domain, Huawei Data Communication Product Line
Johnny Cheng, Vice President, Data Center Network Domain, Huawei Data Communication Product Line, menyampaikan pidato utama yang merinci pergeseran industri tersebut. “Saat ini teknologi AI telah memasuki fase aplikasi, dan model multimodal kini mendominasi industri. Tak ayal, arsitektur dasar ekonomi digital ikut mengalami restrukturisasi. Jaringan tradisional saja tidak lagi memadai untuk memenuhi tuntutan akan konkurensi, throughput, dan keandalan tinggi di era AI.”
Fokus industri telah bergeser dari pelatihan model dasar ke menjalankan aplikasi inferensi. Perusahaan sekarang memprioritaskan penerapan agen AI dan memaksimalkan nilai komputasi. Untuk memenuhi tuntutan ini, Xinghe AI Fabric 2.0 menggunakan arsitektur tiga lapis, yakni Otak AI, Konektivitas AI, dan Elemen Jaringan AI.
Solusi ini mengintegrasikan kemampuan inti seperti Rock-Solid Architecture 2.0, StarryWing Digital Map 2.0, Hyper-Converged Fabric (HCF), dan Network Packet Load Balancing (NPLB). Bersama-sama, mereka membangun fondasi jaringan yang efisien secara komputasi dan tangguh untuk perusahaan modern.
Dampak di Dunia Nyata: CJ OliveNetworks

Kyeongseon Cha, Infra Modernization & Cloud Business Team Leader di CJ OliveNetworks
Kyeongseon Cha, Infra Modernization & Cloud Business Team Leader di CJ OliveNetworks yang berbasis di Korea Selatan, turut berbagi wawasan praktis dari kemitraan mereka dengan Huawei.
“Platform O’Cloud kami berjalan di atas switch pusat data Huawei CloudEngine yang terintegrasi dengan platform iMaster NCE. Integrasi ini menghasilkan bangunan arsitektur jaringan multi-pusat data yang sangat tangguh. Dengan memanfaatkan orkestrasi drag-and-drop berbasis runbook, CJ OliveNetworks mampu mempercepat penyediaan layanan. Kapabilitas ini juga memungkinkan otomatisasi ujung-ke-ujung dari jaringan hingga ke lapisan layanan. Selain itu, Peta Digital StarryWing Huawei memberikan visibilitas waktu nyata ke dalam topologi jaringan multi-situs dan kondisi fungsionalitas jaringan secara keseluruhan. Hasilnya, tim kami kini mampu menemukan kesalahan dengan lebih cepat, dan operasi harian dapat disederhanakan.”
Konsensus Industri dan Prospek Masa Depan
Huawei Network Summit mempertemukan para pelanggan dan mitra regional untuk membahas tantangan jaringan terkait pembangunan dan perluasan pusat data. Para peserta menyatakan mendukung pendekatan Huawei terhadap ketahanan jaringan. Mereka sepakat bahwa jaringan pusat data modern harus mampu menjamin keandalan di lebih dari satu lokasi. Fokus industri harus diperluas untuk mencakup keandalan global di berbagai pusat data, operasional dan pemeliharaan (O&M) yang cerdas, serta penerapan layanan dengan cepat dan tepat.
Huawei akan tetap berkomitmen pada kolaborasi terbuka dan inovasi teknologi, sembari memperdalam hubungan dengan para mitra di kawasan Asia Pasifik guna memajukan teknologi jaringan pusat data. Upaya ini diharapkan mendukung transformasi digital-cerdas perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut, serta mendorong ekonomi digital yang berkelanjutan di seluruh Asia Pasifik.















