Windows 11 Dianggap Makin Lemot, Ini Tanggapan Microsoft!
Microsoft akhirnya memberikan tanggapan resminya terhadap keluhan pengguna yang selama ini menganggap Windows 11 semakin lambat dan kurang responsif. Melalui pembaruan yang dibagikan akhir Juli 2026, perusahaan mengakui masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi menegaskan peningkatan performa kini menjadi salah satu prioritas utama pengembangan sistem operasinya.
Pernyataan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang diumumkan Microsoft pada Maret 2026. Saat itu perusahaan berjanji akan memperbaiki tiga aspek utama Windows 11, yakni performa, keandalan, dan pengalaman penggunaan. Empat bulan kemudian, Microsoft mengatakan sebagian besar perubahan tersebut sudah diuji melalui program Windows Insider dan akan mulai tersedia lebih luas untuk pengguna Windows 11 pada musim gugur tahun ini.

Optimasi Baru Microsoft di Windows 11
Microsoft menyebut telah melakukan berbagai optimasi agar Windows 11 terasa lebih responsif. Perusahaan mengklaim waktu booting dan login kini lebih singkat, sementara aplikasi bawaan seperti Start Menu, File Explorer, Search, hingga Snipping Tool telah ditingkatkan agar berjalan lebih cepat dan mengurangi stuttering maupun jeda saat digunakan.
File Explorer juga banyak dirombak. Microsoft mengaku telah meningkatkan arsitektur dasarnya untuk mempercepat navigasi dan meningkatkan keandalan, sekaligus memperbaiki sejumlah masalah yang selama ini dikeluhkan pengguna, seperti thumbnail yang buram, transisi yang kurang mulus, Address Bar, navigasi keyboard, hingga proses mengganti nama file.
Yang tak kalah banyak jadi keluhan yaitu soal memori. Nah, dalam optimalisasi terbarunya, Microsoft menyebut bahwa Windows 11 kini menggunakan pengelolaan memori yang lebih efisien, termasuk melalui memory allocator baru, penyempurnaan WinUI 3 agar lebih hemat RAM, serta pengurangan konsumsi memori pada komponen Chromium dan WebView2 yang digunakan di berbagai bagian sistem operasi. Bahkan, Microsoft menetapkan optimalisasi memori untuk PC dengan RAM 8 GB atau lebih sebagai salah satu fokus pengembangan Windows hingga akhir tahun ini.
Selain performa, aspek lain juga ikut ditingkatkan. Mulai dari kompatibilitas Bluetooth, termasuk dengan perangkat seperti AirPods, yang kini adi lebih baik serta performa USB4 docking, koneksi printer, hingga proses autentikasi Windows Hello menggunakan wajah maupun sidik jari juga disebut lebih stabil dibanding sebelumnya.
Windows Update juga menjadi salah satu fokus pembaruan. Microsoft menghadirkan opsi untuk melewati pembaruan saat proses setup awal (OOBE), memperpanjang masa jeda pembaruan, serta menyederhanakan program Windows Insider agar pengguna lebih mudah memilih fitur yang ingin diuji.
Ke depan, Microsoft juga akan menghadirkan proses setup awal yang lebih cepat, menyederhanakan fitur Family dan parental control, serta meningkatkan pengalaman interaksi suara agar terasa lebih alami di berbagai aplikasi.
Pengujian Jagat Review untuk Windows 11 di Laptop 8GB
Dalam pengujian yang dilakukan Jagat Review, laptop dengan RAM 8 GB menggunakan Windows 11 dipakai untuk menjalankan beberapa aktivitas seperti browsing di Chrome beberapa tab, multitasking beberapa aplikasi, hingga editing video ringan. Ternyata laptop tersebut terbukti masih mampu memberikan pengalaman multitasking harian yang cukup lancar selama didukung prosesor yang memadai dan menggunakan SSD sebagai media penyimpanan. Pengujian tersebut menunjukkan bahwa kombinasi CPU, storage, dan RAM jauh lebih menentukan dibanding hanya melihat kapasitas memori saja.
Di sisi lain, RAM 8 GB memang memiliki ruang yang relatif terbatas karena Windows 11 sendiri sudah menggunakan porsi memori yang cukup besar sejak kondisi idle. Akibatnya, ketika pengguna menjalankan lebih banyak aplikasi atau beban kerja yang lebih berat, kapasitas RAM dapat lebih cepat penuh sehingga performa mulai menurun dibanding perangkat dengan RAM yang lebih besar.
Jadi keluhan bahwa Windows 11 terasa semakin berat mungkin memang memiliki dasar, terutama pada perangkat dengan spesifikasi yang kurang memadai. Namun, pengalaman penggunaan juga sangat dipengaruhi oleh kombinasi hardware secara keseluruhan.
Selain itu, dengan berbagai optimalisasi yang telah dilakukan dan rencana peningkatan efisiensi memori ke depannya, Microsoft berharap Windows 11 dapat memberikan pengalaman yang lebih cepat, stabil, dan konsisten di berbagai kelas perangkat.















