Pola Ini Bikin Kamera Pengawas Gagal Kenali Mobil
Sebuah eksperimen unik yang dilakukan oleh seorang peneliti menunjukkan bahwa software kamera pengawas bisa gagal mengenali kendaraan. Eksperimen ini dilakukan oleh Bill Swearingen lewat proyek bernama noRecognition. Dalam proyek ini, dia mengembangkan pola visual khusus yang dirancang untuk mengganggu sistem pengenalan objek dalam kamera pengawas.
Swearingen bekerja sama dengan Donut Media untuk menutupi sebuah Toyota Yaris 2009 menggunakan salah satu pola buatannya. Mobil itu kemudian dikendarai melewati kamera Flock, yaitu sistem kamera pengawas yang banyak digunakan di Amerika Serikat untuk mendeteksi plat nomor dan mengidentifikasi kendaraan. Hasilnya cukup menarik karena kamera tetap merekam mobil mereka, tetapi software pendeteksinya gagal mengklasifikasikan objek yang dilihat.
Kelabuhi Kamera Pengawas Tanpa Hacking
Proyek ini menarik karena Swearingen melakukan ini semua tanpa melakukan hacking terhadap kamera pengawas maupun sistem jaringannya. Ia justru menyasar software computer vision yang bertugas mengenali objek di dalam rekaman kamera. Pola yang ia gunakan dikembangkan melalui pendekatan reinforcement learning, sistem yang terus menguji berbagai pola hingga menemukan bentuk yang paling efektif memicu kesalahan klasifikasi.
Untuk mencapai hasil tersebut, Swearingen menghabiskan sekitar satu tahun mengembangkan dan menguji sistem di rumahnya di Kansas City. Ia mengklaim telah menjalankan sekitar 31 juta pengujian sebelum polanya diuji dalam skenario dunia nyata. Demo pertamanya ditampilkan dalam konferensi keamanan siber Def Con di Las Vegas, dan ia menyebut pola tersebut berhasil mengecoh 11 algoritma deteksi objek open-source.
Baca Juga: GuliKit ES Max Dirilis dengan Teknologi Joystick TMR Anyar!
Swearingen mengatakan kalau tujuan proyek noRecognition adalah memberikan opsi bagi masyarakat untuk mengurangi pelacakan otomatis oleh kamera pengawas berbasis AI. Menurutnya, semakin banyak kamera dipasang di ruang publik, semakin sulit seseorang menghindari identifikasi otomatis. Ia juga sengaja belum membagikan pola paling efektif yang ditemukannya karena khawatir produsen kamera akan segera mengembangkan sistem penangkal.
Proyek noRecognition buatannya ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan berbasis AI masih memiliki celah yang bisa dieksploitasi melalui manipulasi visual. Kalau pola seperti ini tersedia secara luas, menurut kalian apakah dampaknya akan lebih besar untuk melindungi privasi, atau justru membuka celah baru bagi penyalahgunaan teknologi?














