Video Kecelakaan Palsu Pakai AI Mulai Marak, Aparat di China Mulai Bertindak
Sebuah video kecelakaan mobil listrik kini tidak selalu bisa dipercaya begitu saja. Di China, video palsu yang dibuat menggunakan AI mulai digunakan untuk membuat mobil tertentu terlihat seolah-olah mengalami kecelakaan parah atau gagal dalam pengujian keselamatan.
Masalah ini sudah menyeret sejumlah produsen EV besar seperti Xiaomi, NIO, dan BYD. Kontennya tidak hanya berupa video kecelakaan, tetapi juga klaim palsu soal rem blong, akselerasi mendadak, hingga kegagalan komponen kendaraan.

Karena dampaknya bisa langsung memengaruhi reputasi merek, pemerintah China mulai mengambil tindakan. Beberapa pembuat konten bahkan sudah ditangkap setelah terbukti membuat atau menyebarkan materi palsu tentang kendaraan listrik.
Baca Juga: Xiaomi TV S Mini LED 98 2026 Dipamerkan, TV 98 Inci dengan Refresh Rate hingga 288 Hz • Jagat Review
Rangkaian Video Kecelakaan Palsu Pakai AI
Pada Juni lalu, polisi di Xi’an membongkar operasi yang melibatkan tiga agensi MCN dan lebih dari belasan orang. Mereka diduga membuat video serta unggahan berbasis AI secara massal untuk menyerang Xiaomi, dengan beberapa tersangka ditahan dan peralatan produksinya disita.
NIO juga menghadapi kasus serupa. Polisi menangkap seseorang yang diduga menggunakan AI untuk membuat konten palsu tentang perusahaan dan menyebarkannya melalui ribuan akun media sosial hingga menghasilkan puluhan juta views.
BYD pun memilih jalur hukum setelah seorang blogger menyebarkan klaim palsu mengenai komponen kendaraannya. Pengadilan akhirnya memenangkan BYD dalam perkara tersebut.
Fenomena ini muncul ketika persaingan industri EV China semakin ketat. Video yang terlihat seperti kecelakaan sungguhan bisa menyebar sangat cepat dan membuat calon pembeli meragukan keamanan sebuah mobil, apalagi ketika model baru sedang akan diluncurkan.
Yang membuat masalahnya semakin sulit adalah kemampuan AI yang semakin mudah digunakan. Dulu membuat video kecelakaan palsu membutuhkan proses editing yang rumit, sementara sekarang konten yang terlihat cukup meyakinkan bisa dibuat dan disebarkan dalam jumlah besar.
Karena itu, aparat China mulai memperlakukan penyebaran video kecelakaan palsu dan rumor yang sengaja dibuat sebagai masalah serius. Buat calon pembeli, ini juga menjadi pengingat bahwa video otomotif yang viral di media sosial belum tentu menggambarkan kejadian sebenarnya.














