Tak Hanya Di Game, DLSS 5 Ternyata Bisa untuk Apapun yang Tampil di Layar
DLSS 5 ternyata tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang tampil di layar. Teknologi neural rendering NVIDIA yang awalnya dirancang untuk membuat game terlihat lebih realistis kini bisa dipaksa bekerja pada film, video YouTube, bahkan seluruh tampilan desktop Windows.
Hal tersebut dibuktikan lewat NeuralScreen, aplikasi buatan modder DLSS 5 bernama Perseval_BLR dengan bantuan Claude. Aplikasi ini bisa menempelkan efek DLSS 5 ke aplikasi Windows yang berjalan dalam mode windowed, sehingga proses neural rendering tidak lagi terbatas pada game yang secara resmi mendukungnya.
Dalam demonstrasinya, NeuralScreen pertama-tama digunakan pada video gameplay Cyberpunk 2077 yang diputar melalui YouTube. Hasilnya dibuat menyerupai ketika DLSS 5 dipasang langsung pada game, meskipun yang diproses sebenarnya hanya rekaman video.
Baca Juga: Lenovo Rilis PC Desktop Gaming LOQ 17IRH11 dengan RTX 5060 Ti
DLSS 5 Tak Bisa Bedakan Game dan Film
Eksperimen kemudian menjadi lebih menarik ketika NeuralScreen digunakan pada film Interstellar. DLSS 5 tetap mencoba menghasilkan efek visual seperti bayangan dan warna kulit yang lebih realistis, meskipun sumber gambarnya adalah rekaman aktor sungguhan.
NeuralScreen juga bisa berpindah antarjendela atau menerapkan efek ke seluruh layar. Pengguna dapat mengatur preset visual, mengubah sejumlah parameter lewat slider, mengambil screenshot dan rekaman, serta menggunakan fitur screen-wipe untuk membandingkan gambar sebelum dan sesudah diproses.
Ada satu batasan penting. NeuralScreen belum mendukung game yang berjalan dalam mode exclusive full-screen, sehingga aplikasi ini harus bekerja pada konten yang bisa ditampilkan dalam mode windowed.
DLSS 5 Pangkas Performa Cukup Tinggi
Kemampuan menjalankan DLSS 5 di hampir semua konten ternyata harus dibayar dengan kebutuhan performa yang tinggi. Dalam demonstrasi Perseval, RTX 5070 Ti bahkan kesulitan mempertahankan 60 FPS ketika NeuralScreen diterapkan pada Doom 3, game yang pertama kali dirilis sekitar 22 tahun lalu.
Pengujian tersebut dilakukan pada resolusi 2.576 × 1.487. Artinya, beban DLSS 5 tidak otomatis menjadi ringan hanya karena game yang diproses sudah tergolong lawas.
DLSS 5 sendiri biasanya bisa memangkas performa sekitar 50–75 persen. Modder sebelumnya sudah menemukan beberapa cara untuk mengurangi beban tersebut, salah satunya menjalankan filter sebelum DLSS Super Resolution yang bisa memangkas penalti performa lebih dari setengah, meski kualitas gambar ikut terdampak.
Cara lainnya bahkan lebih ekstrem, yaitu menggunakan GPU kedua khusus untuk menjalankan DLSS 5. Dengan konfigurasi tersebut, beban performa pada GPU utama bisa hampir sepenuhnya dihilangkan.
NeuralScreen muncul kurang dari dua minggu setelah model AI DLSS 5 bocor melalui sebuah DLL yang ditemukan dalam NBA 2K27. Saat ini DLSS 5 secara resmi hanya mendukung GPU NVIDIA RTX 50 Series, tetapi komunitas modding sudah berhasil memperluas kompatibilitasnya hingga RTX 20 Series.
Eksperimen NeuralScreen akhirnya memperlihatkan satu hal menarik. Ketika model DLSS 5 sudah bisa dipisahkan dari game dan dipasang sebagai filter layar, batas penggunaannya ternyata jauh lebih luas dari yang dirancang NVIDIA. Masalahnya, semakin luas konten yang diproses, semakin besar pula harga performa yang harus dibayar.












