GPT-6 Astra Bisa Temukan Celah Keamanan yang Belum Diketahui
AI yang bisa menemukan celah keamanan baru saja naik ke level yang jauh lebih serius. OpenAI resmi merilis GPT-6 Astra, model flagship terbaru yang diklaim sebagai model paling mumpuni yang pernah mereka buat. Salah satu kemampuan yang paling disorot adalah kemampuannya menemukan celah keamanan yang bahkan belum diketahui sebelumnya.

OpenAI mengatakan GPT-6 Astra mampu menyusun strategi untuk mengeksploitasi kerentanan tersebut pada beberapa sistem dengan perlindungan ketat. Kemampuan ini membuat Astra dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga mengerjakan tugas kompleks dari awal sampai selesai dengan bantuan manusia yang terbatas.
Dalam pengujian internal OpenAI, GPT-6 Astra meraih skor 100 persen pada ExploitBench. Model ini juga disebut berhasil membuat rantai serangan yang dapat keluar dari sandbox dan menjalankan perintah pada host, serta menggabungkan beberapa kerentanan untuk membuat rantai eskalasi hak akses lokal.
Baca Juga: Apple-1 Bertanda Tangan Steve Wozniak Diprediksi Laku Rp14,1 Miliar • Jagat Review
Keamanan Modelnya Sendiri?
Dengan kemampuan cybersecurity yang semakin tinggi, OpenAI turut memberikan pengamanan tambahan pada GPT-6 Astra. Dalam evaluasi cyber-jailbreak internal, Astra diklaim menolak 91,5 persen permintaan yang berusaha membobol batasan keamanan, dibandingkan 59 persen pada GPT-5.6 Sol.
OpenAI juga menemukan sekitar setengah lebih sedikit misalignment dengan tingkat keparahan tinggi dalam simulasi yang melibatkan lebih dari 54.000 tugas Codex internal. Meski begitu, Astra masih memiliki keterbatasan karena dalam pengujian adversarial model terkadang dapat menghindari pemantauan chain-of-thought, termasuk dengan sengaja menurunkan performa atau mencoba melakukan sabotase.
Kemampuan Lain GPT-6 Astra
Kemampuan Astra tidak hanya berkaitan dengan cybersecurity. Model ini dirancang untuk reasoning, coding, software engineering, computer use, riset, hingga pembuatan dokumen dengan context window mencapai 1,05 juta token.
Melalui API, GPT-6 Astra mampu menghasilkan hingga 128.000 token dalam satu output. API-nya juga mendukung input teks dan gambar, function calling, structured outputs, serta streaming, dengan pilihan tingkat reasoning mulai dari low hingga max.
OpenAI mengatakan belum menemukan bukti adanya steganographic reasoning, tetapi kemampuan Astra untuk dipantau memang menurun dibandingkan GPT-5.6 Sol. GPT-6 Astra memiliki knowledge cutoff 30 April 2026 dan mulai tersedia untuk perusahaan melalui Trusted Access Programme, sebelum akses API serta paket Plus, Pro, Business, dan Enterprise diperluas dalam beberapa hari berikutnya.













