Mengulik Teknologi SQD-Mini LED pada TCL C7L
JAKARTA — TCL C7L SQD-Mini LED TV sudah tersedia di Indonesia dengan membawa teknologi SQD (Super Quantum Dot) Mini LED. Teknologi ini menjadi dasar sistem display C7L, dengan pengaturan cahaya, warna, kontras, dan pantulan layar yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gambar.
Salah satu teknologi utama yang digunakan adalah Precise Dimming. C7L memiliki hingga 1.352 Precise Dimming Zones yang memungkinkan cahaya dari backlight dikontrol pada area-area berbeda di layar, sehingga bagian terang dan gelap dapat ditampilkan dengan lebih terpisah.

Sistem tersebut juga dilengkapi TCL All-domain Halo Control Technology untuk mengurangi efek halo atau blooming. Efek ini biasanya terlihat sebagai cahaya yang menyebar di sekitar objek terang ketika objek tersebut ditampilkan pada latar belakang gelap.
Untuk menghasilkan kontrol cahaya tersebut, TCL menggunakan tiga komponen utama, yaitu Micro OD (Optical Distance), Super Condensed Micro Lens, dan Powerful Light Emitting Chip. Micro OD mengatur jarak optik pada sistem backlight, sementara micro lens membantu memusatkan cahaya dan light emitting chip menjadi sumber pencahayaan Mini LED yang dikontrol pada masing-masing zona.
TCL juga menggunakan Super Condensed Micro Lens generasi baru dan desain backlight yang dioptimalkan pada sistem Precise Dimming. Pengaturan tersebut kemudian dipadukan dengan algoritma kontrol cahaya untuk menjaga distribusi pencahayaan tetap presisi di seluruh layar.
Super QLED untuk Warna
Setelah pencahayaan, TCL memberikan perhatian pada reproduksi warna melalui teknologi Super QLED. Teknologi ini meningkatkan gamut warna dan kemurnian warna, sekaligus mengoptimalkan energi cahaya biru yang digunakan pada sistem display.

C7L mampu mencapai gamut warna hingga 100% BT.2020 All Scenes Wide Color Gamut. Dengan cakupan warna tersebut, layar dapat menampilkan rentang warna yang lebih luas pada berbagai jenis konten.
TCL kemudian menggunakan Ultra Color Filter untuk menyempurnakan reproduksi warna. Teknologi ini meningkatkan presisi warna sekaligus mengurangi impuritas, termasuk dengan memperhalus transisi antargradasi agar detail warna tetap terlihat.
Panel HVA 2.0 Pro dan HDR 3.000 Nits

C7L menggunakan panel HVA 2.0 Pro dari TCL CSOT. Panel tersebut dirancang untuk meningkatkan rasio kontras native sehingga perbedaan antara area terang dan gelap pada gambar dapat terlihat lebih tegas.
Layar C7L juga memiliki lapisan low reflection hingga 0,5%. Lapisan ini berfungsi mengurangi pantulan cahaya dari lingkungan sekitar yang dapat mengganggu tampilan ketika TV digunakan di ruangan dengan sumber cahaya cukup kuat.
Untuk model 65 inci ke atas, tingkat kecerahan puncaknya mencapai 3.000 nits HDR. Tingkat kecerahan tersebut memungkinkan detail pada area terang tetap terlihat ketika menampilkan konten HDR, sementara sistem Precise Dimming mengatur area gelap pada layar.
Audio dari Bang & Olufsen

TCL tidak hanya mengembangkan sisi display pada C7L. Sistem audionya juga dibuat melalui kolaborasi dengan Bang & Olufsen, brand audio asal Denmark yang juga digunakan pada sejumlah mobil premium.
Kolaborasi tersebut berfokus pada karakter suara yang lebih jernih, detail, dan seimbang. Sistem audio ini melengkapi teknologi display SQD Mini LED yang digunakan C7L.
Menurut data Omdia, TCL menjadi merek dengan pangsa pengiriman TV Mini LED terbesar di dunia pada 2025. TCL juga mencatat pangsa pengiriman TV berukuran 75 inci ke atas terbesar di dunia pada tahun yang sama, serta memimpin pangsa pengiriman Google TV secara global sepanjang 2021–2025.
“Sejak tersedia di Indonesia, C7L terus mendapat sambutan baik dari konsumen yang mencari kualitas gambar premium dengan harga lebih terjangkau. Kami akan terus mengedukasi pasar mengenai keunggulan teknologi SQD-Mini LED termasuk Precise Dimming Zones dan kontrol cahaya presisi yang menjadi nilai utama C7L,” ujar Evan Tang, CEO TCL Indonesia.















