Berbasis Android, GoogleBook OS Juga Akan Bisa Di-Root!
GoogleBook OS ternyata bakal cukup terbuka untuk pengguna yang ingin melakukan modifikasi sistem. Google secara resmi menyediakan opsi untuk membuka bootloader, sehingga pengguna nantinya bisa memasang sistem operasi kustom maupun melakukan modifikasi lebih dalam. Menariknya, pengembang Magisk juga sudah menyiapkan dukungan untuk melakukan root pada laptop berbasis GoogleBook OS.
Bootloader Bisa Dibuka
GoogleBook OS sendiri merupakan sistem operasi yang menggabungkan fondasi Android dengan sejumlah fitur desktop dari ChromeOS. Laptop berbasis sistem ini sudah mendukung aplikasi Android, browser Chrome lengkap dengan ekstensi, serta ekosistem Linux untuk menjalankan berbagai tools developer. Google juga menyediakan recovery, fastboot, dan fastbootd yang membuat proses modifikasi sistem terasa lebih familiar bagi pengguna Android.
Untuk membuka bootloader, pengguna perlu mengaktifkan opsi OEM unlocking melalui Developer Options. Setelah itu, proses unlocking dapat dilakukan melalui recovery dan pengguna bisa memasang sistem operasi atau software yang sudah dimodifikasi. Namun, proses ini akan menghapus seluruh data di perangkat sekaligus menonaktifkan sejumlah fitur keamanan.
New code and instructions will come in the following days
— John Wu (@topjohnwu) October 4, 2026
Dukungan root menjadi semakin menarik karena John Wu, kreator Magisk, mengonfirmasi bahwa tool buat mendapatkan akses root tersebut sedang diadaptasi untuk GoogleBook. Salah satu tantangannya adalah Headless System User Mode (HSUM), yang memisahkan akun sistem di latar belakang dari akun yang digunakan untuk menjalankan aplikasi. Magisk perlu menyesuaikan mekanisme pengelolaan user agar akses root bisa bekerja dengan benar di sistem baru tersebut.
Menariknya, modifikasi GoogleBook nantinya tidak harus selalu bergantung pada koneksi USB ke komputer lain. John Wu mengaku sudah menemukan metode alternatif untuk memodifikasi dan melakukan flashing tanpa koneksi tersebut, meski detailnya belum diungkap. Ia menyebut kode serta panduan instalasinya bakal dibagikan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kebanjiran Laporan AI, Google Hentikan Sementara Bug Bounty • Jagat Review
Dengan adanya bootloader unlock dan dukungan Magisk, GoogleBook berpotensi menjadi perangkat menarik bagi pengguna yang gemar mengoprek sistem. Namun, Google mengingatkan bahwa modifikasi setelah bootloader dibuka tidak didukung secara resmi dan berisiko menimbulkan masalah software, keamanan, bahkan garansi. Jadi, apakah kalian tertarik mengoprek GoogleBook kalau nanti sudah tersedia di Indonesia?














